NASIONAL

Inilah Peraturan PSBB Ketat di DKI Jakarta, Secara Lengkap Baca Di Sini

PSBB Ketat
Peraturan PSBB ketat telah diterbitkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Anies memutuskan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB ketat ketimbang PSBB transisi mulai hari ini, 14 September 2020. Beberapa kegiatan pun diatur, termasuk operasional pusat perbelanjaan atau mal, ojek online, hingga perkantoran.

BACA JUGA:  Ganjar Pranowo Diingatkan Anggota Dewan, Agar Tidak Jadikan Covid-19 Sebagai Ajang Pencitraan

Berkaitan dengan penerapan PSBB ketat ini, Anies menegaskan bahwa ojol tetap boleh beroperasi mengangkut barang dan penumpang.

“Motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Anies melalui saluran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020).

BACA JUGA:  Covid-19 Makin Mengancam, Luhut Perintahkan Terawan Segera Blusukan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menjelaskan bahwa detail dari operasional ojol selama PSBB ketat yang dimulai hari ini akan disusun dalam Surat Keterangan (SK) Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta.

“Detail dari aturan aturan ini akan disusun melalui SK Kepala Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Anies menegaskan pasar dan pusat perbelanjaan masih boleh beroperasi. Namun, pengunjung dibatasi hanya 50% dari total kapasitas daya tampungnya demi menekan penularan virus Corona (COVID-19).

BACA JUGA:  MK Minta Rizal Ramli Buktikan Partai Minta Uang Saat Ia Diusulkan Jadi Calon Presiden

“Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50% pengunjung yang berada dalam lokasi yang bersamaan,” tegas Anies.

Sedangkan untuk restoran dan sejenisnya yang ada di dalam area pasar dan pusat perbelanjaan, hanya boleh melayani pesan antar atau membeli lalu dibawa pulang (take away) selama masa PSBB ini.

“Restoran, rumah makan, kafe yang berada di dalamnya hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Foto Pemakaman Jenazah Covid-19 adalah Kampanye Positif Penananganan Virus Corona

“Dalam masa 3 bulan ini pasar Alhamdulillah telah menjadi tempat dimana kedisiplinan untuk pengawasan terjadi antara para pedagang. Tindakan kita untuk menutup pasar bila ditemukan kasus positif telah membuat para pedagang bersama-sama menegakkan kedisiplinan untuk menghindari pasarnya ditutup,” kata Anies.

Anies juga mengancam akan menutup seluruh gedung dalam satu kawasan perkantoran bila ditemukan kasus positif virus Corona. Jadi penutupan tidak sebatas dilakukan di satu area di mana penularan itu terjadi.

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 yang Kritis Butuh 13 Botol Obat Gamaras Setiap Hari, 1 Botol Harganya Rp 4,9 Juta

“Di gedung perkantoran ditemukan kasus positif maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu, tapi seluruh gedung akan ditutup selama 3 hari operasi,” kata Anies.

Anies juga mengatur karyawan di perusahaan swasta yang boleh bekerja dari kantor maksimal 25%. Sisanya diharuskan bekerja dari rumah, alias work from home (WFH).

“Pimpinan kantor dan tempat kerja wajib mengatur mekanisme bekerja dari rumah bagi para pegawainya. Apabila sebagian pegawai harus kerja di kantor maka pimpinan tempat kerja wajib membatasi paling banyak 25% pegawai berada dalam tempat kerja dan dalam waktu bersamaan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Menteri Agama Positif Covid-19 Sebelumnya Sempat Ikuti Sidang Kabinet di Istana

Aturan tersebut berlaku bagi kategori usaha non-esensial. Sementara ada 11 kategori usaha yang dikecualikan dari aturan tersebut.

Anies menjelaskan pembatasan tersebut dilakukan karena perkantoran menjadi salah satu klaster penularan virus Corona.

“Jadi saat ini kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian sekarang bermunculan adalah dari perkantoran. Itulah sebabnya dalam PSBB mulai 14 September ini fokus utama kita adalah pembatasan di arena perkantoran,” ujarnya.

loading...