HUKUM

Inilah Sosok yang Berani Lumpuhkan Preman Legendaris John Kei

Preman
Warga Ibu Kota gempar ketika sang preman legendaris John Refra Kei alias John Kei kembali beraksi, usai diberi kebebasan bersyarat dari Lapas Nusakambangan pada 16 Desember 2019 lalu.

Aksi preman kelompok John Kei ini dalam waktu bersamaan melakukan penyerangan di dua tempat yang menyebabkan seorang warga Yustus Corwing Kei tewas.

Yustus Corwing Kei, tewas akibat serangan senjata tajam oleh para preman anak buah John Kei di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Bahkan, anak buah John Kei juga menyerang kediaman Nus Kei, di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Tembakan sebanyak 7 kali dilepaskan oleh salah satu pelaku. Akibatnya, seorang driver ojol tertembak di jempol kaki.

Peristiwa itu juga membuat Polda Metro Jaya bereaksi, dalam waktu yang singkat, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pob l Tubagus Ade Hidayat melacak jejak pelaku. Dalam waktu yang singkat, pelaku penyerangan berhasil diketahui.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Polres Bekasi Kota pun ikut membantu tim gabungan untuk menggerebek markas John Kei di Perumahan Tytyan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6) malam.

Dalam penggerebakan malam itu, 25 anak buah John Kei berhasil ditangkap. Aksi penangkapan ini berlangsung dramatis, karena ada beberapa orang yang menghalangi petugas.

“Perannya ada yang bermain di TKP satu dan ada juga yang di TKP dua. Lalu ada yang di pemufakatan jahat, yakni menyusun perencanaan, ada yang menjaga saat kejadian dan ada yang tugasnya mencari teman atau jadi sasarannya,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Tubagus Ade Hidayat.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Peran perwira menengah Polda Metro Jaya ini mendapat apresiasi oleh masyarakat. Lulusan Akademi Kepolisian 1993 ini telah malang melintang di dunia reserse.

Dia menjabat sebagai Dirkrimum PMJ menggantikan Kombes Pol Suyudi Ari Seto yang dipromosikan menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Pria kelahiran 24 Juni 1970 ini juga pernah menjabat Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri. Sebelumnya dia pernah menjabat Kasatreskrim Polrestabes Bandung dan kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jabar.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Karirnya semakin moncer saat dia dipromosikan sebagai Kapolres Pandeglang (2012) dan Kapolres Karawang (2013). Setelah itu, dia dimutasi sebagai wadirreskrimsus Polda Kaltim (2014), Kapolresta Pontianak (2015) dan Kapolres Metro Jakarta Selatan pada 2016.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik saat Ade menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan adalah peristiwa pembunuhan pekerja rumah tangga (PRT), Jeni Nurjanah (25), yang ditemukan tewas di Apartemen Bellezza, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat itu, jenazah Jeni ditemukan dalam plastik di kamar apartemen Bellezza pada 3 Juni 2016.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius
loading...