Home HUKUM Irjen Napoleon akan Bongkar Kebohongan M Kece di Pengadilan

Irjen Napoleon akan Bongkar Kebohongan M Kece di Pengadilan

Irjen napoleon
Irjen Napoleon dituduh oleh pelaku penista agama M Kece telah melayangkan ancaman terhadap usai insiden penganiayaan dan pelumuran kotoran manusia yang terjadi di Rutan Bareskrim Polri pada Agustus 2021 lalu.

Kece juga menyatakan Irjen Napoleon juga akan membunuh keluarganya.

Menjawab hal itu, Irjen Napoleon menegaskan bahwa keterangan itu salah. Dia juga menambahkan, seluruh keterangan bohong M. Kece akan dipatahkan pada agenda berikutnya.

“Salah itu keterangan dia, nanti dari saksi lain akan tahu dia banyak bohongnya di sini patah semua itu,” ujar Irjen Napoleon usai sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022).

M Kece menyampaikan hal tersebut ketika hadir menjadi saksi di sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan pada hari ini, Kamis (19/5/2022). Ancaman itu dilayangkan Irjen Napoleon disertai dengan kalimat: Saya perwira Polri aktif.

Dalam kesaksiannya, M Kece menyebut ia tidur di atas selapik tikar usai babak belur dihajar Napoleon dan terdakwa lain pada 26 Agustus 2021 dini hari.

Hingga pada akhirnya, Kece terbangun pada pukul 15.00 WIB dan diminta keluar dari kamar tahanan nomor 11 untuk menghadap ke ruang penyidik. Adapun Kece hendak diperiksa sebagai tersangka kasus penodaan agama.

Saat hendak menuju ruang penyidik, Kece kembali bertemu dengan sosok Napoleon. Meski demikian, Jaksa Penuntut Umun (JPU) gagal menunjukkan rekaman kamera CCTV di ruang sidang karena permasalahan teknis.

Dalam pengakuannya, Kece menyebut Napoleon kembali menghajar dirinya. Total, jenderal bintang dua itu memberi bogem mentah kepada Kece sebanyak dua kali.

“Saat mau keluar, saya dihajar lagi oleh terdakwa. Dihajar lagi. Saya dipukul lagi oleh terdakwa sekitar dua kali,” ujar Kece dalam kesaksiaannya di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mendengar pengakuan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencoba merinci. Kepada Kece, JPU bertanya apakah ada perbincangan atau kata-kata sebelum pemukulan terjadi.

“Sebelum terdakwa memukul, apa ada pembicaraan?” tanya JPU.

Kece menjawab jika Napoleon memberikan ancaman. Sejumlah kalimat dia ucapkan di ruang siadang seraya menirukan ucapan Napoleon saat itu.

“Kamu jangan macam-macam. Lanjut. Silakan. Saya Polri perwira aktif, saya polisi, anak buah saya banyak. Nanti keluarga kamu saya bunuh semua,” ucap Kece.

Kece kemudian kembali diminta majelis hakim dan JPU untuk mereka ulang kejadian tersebut dalam beberapa gerakan. Satu anggota JPU pun maju ke depan dan bertindak sebagai model untuk membantu Kece mempraktikkan hal tersebut.

“Saya keluar dari kamar 11, kemudian jalan kemudian ketemulah terdakwa. Nah itu saya dipanggil sama Pak Jenderal. Saya balik lagi. Kamu jangan macam-macam. Langsung saya ditampar. Saya ditonjok. Sampai saya sempoyongan ke depan hampir jatuh. Saya nyender di pintu kamar 11,” beber Kece dalam beberapa gerakan.

Exit mobile version