Uncategorized

Islandia Alami 3.000 Gempa dalam 3 Hari

islandia gempa bumi
Sekitar 3.000 gempa melanda Islandia dalam tiga hari terakhir, menurut badan meteorologi negara tersebut (IMO) ketika pihak berwenang memperingatkan bahwa gunung berapi Grimsvotn beresiko meletus.

Gempa itu disebabkan oleh tiga gempa bumi – masing-masing dengan kekuatan lebih dari lima – yang melanda pantai utara pada akhir pekan, menurut IMO.

Salah satu gempa terasa di ibukota Islandia, Reykjavik, yang terletak sekitar 265 km dari pusat gempa, di lepas pantai Siglufjordur – sebuah desa kecil dengan sekitar 1.200 orang.

Tidak ada cedera atau kerusakan besar yang telah dilaporkan tetapi beberapa tanah longsor dan batu-batuan jatuh di daerah tersebut.

“Dibandingkan dengan sekelompok gempa sebelumnya di daerah itu, diperkirakan yang ini akan terus berlanjut selama beberapa hari mendatang,” kata lembaga pemerintah Islandia. “Tapi dalam banyak kasus kegiatan seperti ini berakhir tanpa peristiwa yang lebih besar.”

Gugusan gempa bumi dan getaran datang setelah pihak berwenang memperingatkan pekan lalu bahwa Grimsvotn, gunung berapi paling aktif di negara itu, dapat meletus segera setelah para ilmuwan mencatat tingkat sulfur dioksida yang tinggi di lokasi tersebut.

IMO mengatakan banjir gletser yang disebabkan oleh gempa dapat menyebabkan erupsi.

“Kemungkinan letusan yang dipicu oleh banjir gletser, yang dapat terjadi dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, harus dipertimbangkan,” kata lembaga itu.

Ini menunjukkan adanya apa yang disebut magma dangkal – tanda bahwa gunung berapi mungkin akan meletus.

Grimsvotn terakhir meletus pada tahun 2011, mengirimkan awan abu tebal ke atmosfer, menyebabkan Islandia untuk sementara menutup wilayah udaranya.

Gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia meletus pada April 2010, sebuah peristiwa yang membatalkan ribuan penerbangan melintasi Eropa selama enam hari, di tengah kekhawatiran bahwa abu dapat merusak mesin jet.

Para ilmuwan telah mengatakan bahwa efek dari kemungkinan letusan Grimsvotn akan kurang dramatis daripada efek Eyjafjallajokull.

loading...