Beranda NASIONAL KAMI: Pejuang Tetap Berjuang Meski Diborgol, Para Pemimpin Lahir dari Penjara

KAMI: Pejuang Tetap Berjuang Meski Diborgol, Para Pemimpin Lahir dari Penjara

KAMI
Perlakuan terhadap Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan yang mengenakan baju tahanan dan tangan diborgol disorot oleh Deklarator dan Komite Politik Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana Yusuf.

Ia mengatakan hal yang dialami petinggi KAMI Syahganda dkk merupakan bentuk penghinaan terhadap rakyat dan demokrasi. Namun, sekalipun teman sejawat dipertontonkan dengan tangan terborgol, ia yakin masyarakat masih bisa jernih melihat ketidakadilan yang terjadi.

BACA JUGA:  Belanda Berikan Kompensasi Rp 86 Juta untuk Keluarga Korban Perang Kemerdekaan RI

“Saya yakin rakyat tidak bisa ditipu dengan tontotan borgol. Pejuang tetap pejuang meski diborgol. Sejak dulu, para pemimpin lahir dari penjara. Diponegoro, Teuku Umar, Soekarno, Hatta, Syahrir, Hariman Siregar adalah sejarah yang tak terlupakan,” cuitnya, dalam akun Twitternya, Jumat (16/10/2020).

Gde Siriana Yusuf, kemudian menyinggung makna yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

BACA JUGA:  Setelah 20 Tahun Dilarang Masuk AS, Prabowo Langsung Bahas Ketegangan di Laut China

“Sila keempat itu rumusan tentang kpemimpinan yang berpengetahuan luas dan dalam, sehingga bisa bjaksana, yaitu mngajak rakyat turut serta dalam pngambilan putusan dengan cara prmusyawaratan/perwakilan. Bukan dengan gas air mata dan borgol,” jelasnya.

Ia lalu menegaskan “Kekuasaan itu sesungguhnya untuk orang yang siap merendahkan dirinya di hadapan rakyat yang memilihnya. Kalian tidak pernah bangun demokrasi. Kalian hanya gunakan demokrasi untuk bangun korupsi dan dinasti politik,” pungkasnya.

loading...