Beranda PRODUK Kaspersky Ungkap Resiko Keamanan Video Call Group WhatsApp

Kaspersky Ungkap Resiko Keamanan Video Call Group WhatsApp

Kaspersky
Kaspersky baru saja merilis terkait risiko keamanan yang mungkin terjadi dengan kehadiran fitur joining call di fitur group video call WhatsApp. Hal ini diaungkapkan usai WhatsApp mengumumkan kehadiran kemampuan baru untuk fitur group video call.

Dengan kemampuan ini, seseorang dapat bergabung dalam panggilan video grup yang tengah berlangsung, meski dia melewatkannya. Jadi, panggilan video grup tidak perlu diulang jika ada seseorang yang ingin bergabung dalam percakapan tersebut.

Menurut Lead Security Researcher Kaspersky, Victor Chebyshev, WhatsApp sendiri bukan aplikasi pertama yang memiliki kemampuan ini. Sebelumnya, fungsi yang sama juga tersedia di Microsoft Teams.

“Namun dari sudut pandang keamanan, kemampuan bergabung dengan panggilan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan risiko penyadapan (eavesdropping),” ujar Victor, Senin (26/7/2021).

Victor juga menuturkan, hal ini dapat terjadi jika memang para penyerang berada di grup WhatsApp yang sama dengan para korbannya, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk dapat terhubung dengan panggilan yang sedang berlangsung.

Para penyerang harus perlu menunggu sebagian besar peserta bergabung dan kemudian berharap mereka dapat berpartisipasi tanpa diketahui. Penyerang juga tidak perlu duduk terlalu lama menunggu panggilan dimulai, karena mereka dapat terhubung kapan saja.

Kendati demikian, anggota grup terutama admin dapat melacak partisipan dan memastikan orang luar tidak bergabung. Selain itu, WhatsApp juga menjamin privasi pertukaran atau dalam grup lewat penggunaan enkripsi end-to-end.

“Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yang mencoba meluncurkan serangan man-in-the-middle, tidak akan dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup,” kata Lead Security Researcher Kaspersky ini.

Victor pun mengatakan hingga sekarang, sebagian besar software berbahaya masih fokus pada penyadapan pesan WhatsApp dan dialog online yang diarsipkan. Kaspersky belum menemukan kasus terkait penyadapan panggilan apa pun, terutama panggilan grup.

BACA JUGA  Cara Mendapatkan Penghasilan dari Google AdSense

Hanya ia mengatakan apabila sebuah perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan akan memiliki kemampuan merekam mikrofon dan kamera pada perangkat, sehingga memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun.

“Terlepas dari saluran komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau menelepon secara reguler di ponsel,” tutur pungkas Victor.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaAhmad Sahroni: Tidak Etis Politisi Memanfaatkan Penderitaan Rakyat Akibat COVID-19
Artikel berikutnyaKedermawanan Jusuf Hamka di Balik Bisnisnya yang Menggurita