POLITIK

Keluarga Anggota DPR Dapat Fasilitas Tes Covid-19, Rakyat Protes

2000 Keluarga Anggota DPR RI Dapat Fasilitas Tes Covid-19, Rakyatpun Meradang
Seluruh anggota DPR dan keluarganya bakal dapat fasilitas menjalani tes virus Corona pekan ini
DPR RI dinilai telah abaikan kepentingan rakyat, karena lebih mengutamakan keluarga mereka dari pada kepentingan rakyat yang saat ini tengah dikepung Virus Corona atau Covid-19.

Sebab beredar informasi, bahwa seluruh anggota DPR dan keluarganya bakal dapat fasilitas menjalani tes virus Corona pekan ini. Terkait hal ini, DPR dinilai egois dan membuat rakyat meradang.

Langkah yang dilakukan anggota DPR RI ini dinilai oleh pendiri dan ekonom INDEF, Didik J. Rachbini, bahwa DPR tidak melihat dengan jernih kepentingan rakyat terkait tes virus Corona ini.

“Apa gerangan yang terjadi pada pimpinan dan anggota Dewan sehingga tega melukai perasaan rakyat, yang sedang mengalami kesusahan berat pada saat ini. Sebenarnya fasilitas itu tidak seberapa, tidak mahal, tetapi pelajaran moralnya sangat mahal, bersamaan dengan komunikasi yang buruk ke publik,” ujar Didik dikutip dari detikcom, Senin (23/3/2020).

Kata Didik seharusnya DPR diam dan tidak memberikan tontonan yang menyakiti hati rakyat, seandainya memang tidak bisa berbuat untuk rakyat. Menurut Didik, komunikasi DPR ke publik bukan hanya harus diperbaiki, tetapi humas yang ada sekarang harus dibekukan sama sekali dan diganti profesional.

Didik juga menyebut kesusahan rakyat dan dampak ekonomi yang luar biasa berat sama sekali tidak dipertimbangkan dalam mengkomunikasikan fasilitas tes Corona untuk anggota DPR dan keluarganya. DPR disebutnya dengan ringan hati menyiarkan fasilitas istimewa para pimpinan dan anggota.

“Ini sungguh merupakan pelanggaran etika politik, yang sangat tidak terhormat bagi pimpinan dan anggota DPR,” tegas Didik.

Didik juga menilai ada aspek teknis di dalam publikasi yang menurutnya tidak patut ini, yakni kenaifan dan kelemahan dari humas DPR, sekjen DPR dan aparatnya. Materi komunikasi itu dinilainya buruk untuk DPR.

BACA JUGA:  Rieke Diah Pitaloka Dicopot dari Jabatannya, Benarkah Gara-Gara Polemik RUU HIP?

“Dan jika terpublikasi akan melukai rakyat. Kenaifan ini sudah terjadi berkali-kali dan bertahun-tahun sehingga Humas DPR perlu dibubarkan diganti profesional yang dibayar, bukan pegawai yang tidak bermutu,” kata Didik.

Dengan tegas Didik menyebut bahwa wakil rakyat harus mendahulukan rakyat. Program tes Corona untuk DPR dan anggota keluarganya menurut dia harus dibatalkan karena telah melukai hati rakyat dan menciptakan ketidakpercayaan publik kepada lembaga negara.

“Para anggota yang masih memiliki hati sebaiknya tidak ikut program tersebut. Inisiatif individu keluarga saja tidak perlu mempertontonkan fasilitas istimewa untuk wakil rakyat ketika duka rakyat begitu mendalam,” ujar Didik.

Didik juga mengatakan, untuk membalas luka hati rakyat, DPR seharusnya bekerja keras mengalokasikan anggaran untuk rakyat. Ketika terjadi penurunan ketahanan ekonomi golongan bawah, BLT, kata Didik, harus diturunkan dengan kewenangan anggaran DPR bersama pemerintah.

“Ribuan item dapat dengan mudah dialihkan di dalam anggaran jika kepentingan pribadi dan kelompok dihilangkan karena DPR mempunyai kewenangan yang kuat. Tetapi tidak terdengar suara pimpinan DPR, inisiatif itu nihil selama ini, bahkan membuat blunder tontonan keistimewaan fasilitas, yang menyakiti hati rakyat,” ujarnya.

Melanie Subono

Sementara, artis Melanie Subono mengkritik keras rencana tes virus Corona untuk seluruh anggota DPR dan keluarganya. Seharusnya, rakyat yang didulukan untuk tes tersebut. “Mohon maaf ya bapak ibu dewan yang sangat terhormat katanya…. Buat apa ya ini mbang, munaaah?” tulis Melanie di @Instagram, Senin (23/3/2020).

Sedangkan, Melanie Subono sendiri sekarang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah pulang dari Spanyol. Dia disiplin, mengisolasi diri hingga hari ini, namun belum mendapat kesempatan tes.

View this post on Instagram

Mohon maaf ya bapak ibu dewan yang sangat terhormat katanya…. Tapi apakh ini adil dan tepat? – SAYA dapet kertas ODP dan ODP+ dan ampe hari ini gak kebagian rapid dan Swab abis dmana mana karna katanya alat itu sulit dan mahal – Kalo mau , biar mereka tes berBAYAR YANG MAHAL, duitnya pake lagi buat beli lagi? yang bisa di gratisin untuk rakyat – kan pemerintahpun bilang Mereka ga perlu cek, kecuali ada gejala…. – – Yang banyak terjadi adalah rakyat kecil ga bisa periksa, karna Swab ga ada , Rapid test ga ada, nanti diagnosa nya paling dbd ato tipes ato radang paru , sementara mereka nanti akan pamer hasil tes nya di medsos medsos dan kkta cuma bisa merana nyariin swab dimana , pas ketauan nanti sudah terlambat – Rakyat harus didulukan, baru #INDONESIAJAYALAGI !!! – #katamel #diarymel #melaniesubono #malaikatbrengsek #generasipenerusbangsat #peminumbertanggungjawab #gembeltapikece #nguberanggur

A post shared by Melanie Subono (@melaniesubono) on

“Kalo mau , biar mereka tes berBAYAR YANG MAHAL, duitnya pake lagi buat beli yang di gratisin untuk rakyat,” sindir Melanie.

Menurutnya, para anggota DPR tidak perlu tes virus Corona kecuali memang mengalami gejala. Melanie membandingkan kondisi anggota DPR dengan masyarakat yang kesulitan saat minta dites.

“Kalau rakyat kecil ga bisa periksa, karna Swab ga ada , Rapid test ga ada, nanti diagnosa nya paling dbd ato tipes ato radang paru , sementara mereka nanti akan pamer hasil tes nya di medsos medsos dan kkta cuma bisa merana nyariin swab dimana,” ujarnya.

“Yang GAJI mereka itu kita…. kenapa harus kita yang ga jelas nasib nya Rakyat harus didulukan, baru #INDONESIAJAYALAGI !!!” pungkas Melanie.

Menurut informasi, tes virus Corona akan dilakukan di aula kompleks rumah dinas anggota DPR di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan, dan akan dilakukan secara bergantian. Tes tersebut rencananya digelar pekan ini.

“Jumlah anggota Dewan 575. Kalau kali 4 saja rata-rata sekitar di atas 2.000 keseluruhan, dengan pembantu dan driver barangkali,” kata Sekjen DPR Indra Iskandar dikutip dari detikcom, Senin (23/3).

loading...