Beranda HUKUM Korban Mutilasi di Kalibata City Kenal Pelaku Lewat Aplikasi Kencan Online

Korban Mutilasi di Kalibata City Kenal Pelaku Lewat Aplikasi Kencan Online

Mutilasi
Korban mutilasi, RHW, yang jasadnya ditemukan di Apartemen Kalibata City (16/9/2020) ternyata mengenal tersangka melalui aplikasi kencan online atau daring Tinder.

Hal ini diakui oleh salah satu pelaku mutilasi, LAS seperti yang diungkapkan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana melalui konferensi pers, Kamis (17/9/2020).

“Korban dan LAS saling kenal lewat chatting di Tinder. Beberapa kali ketemu, korban minta nomor WhatsApp tersangka dan keduanya sering chatting di WA. 5 September ada komunikasi, 7 September janjian ketemu di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat,” ujar Nana.

BACA JUGA:  Wanita Bersuami Dibunuh Setelah 2 Kali Berhubungan Badan dengan Kekasih Gelapnya

Nana menambahkan, bahwa keduanya bersepakat untuk menyewa apartemen tersebut dari tanggal 7 hingga 12 September 2020.

Namun, kata Nana penyidik Dit Reskrimum Polda Metro Jaya masih akan melakukan penelusuran lebih jauh, apakah modus operandi tersangka merupakan yang pertama kalinya atau ada korban-korban terdahulu yang sudah pernah didekati dengan cara serupa.

BACA JUGA:  Elon Musk akan Buat Hukum Sendiri di Mars

Melalui perkenalan tersebut, tersangka kemudian mengetahui korban memiliki finansial berlebih, sehingga timbul niat untuk menghabisi korban guna mengambil alih hartanya.

LAS bersama kekasihnya, tersangka DAF kemudian menyusun rencana melakukan pembunuhan tersebut, dengan DAF sebagai eksekutor pembunuhan. DAF memukul kepala korban dengan batu bata sebanyak 3 kali, dan menusuk korban sebanyak 7 kali.

BACA JUGA:  Berebut Kencan dengan Wanita Indonesia, Warga Ghana Ini Tewas Ditikam Temannya Sendiri

Kedua tersangka (mutilasi) dijerat Pasal 340 berupa pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Di samping itu mereka juga dijatuhi Pasal 338 dan 265 KUHP.

RHW pertama kali ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada pada Rabu malam, 16 September 2020. Penemuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan orang hilang yang dilayangkan keluarga korban sejak 12 September 2020, setelah sebelumnya mengaku tidak bisa berkontak dengan korban dari tanggal 9 September 2020.

loading...