Beranda INTERNASIONAL Korea Selatan dan Korea Utara Kembali Baku Tembak

Korea Selatan dan Korea Utara Kembali Baku Tembak

korea utara korea selatan
FILE - In this Dec. 16, 2019, file photo, South Korean army soldiers patrol along the barbed-wire fence in Paju, South Korea, near the border with North Korea. The Joint Chiefs of Staffs in Seoul said that North Korean troops fired several bullets at a South Korean guard post inside the heavily fortified border between the countries on Sunday, May 3, 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon, File)
Korea Utara dan Korea Selatan bertukar tembakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara.

Militer Seoul mengatakan tembakan dari Korea Utara mengenai sebuah pos penjagaan Korea Selatan di kota perbatasan pusat Cheorwon.

Dikabarkan tantara Korea Selatan membalas tembakan dan menyampaikan pengumuman peringatan. Tidak ada laporan cedera.

Insiden seperti itu jarang terjadi di perbatasan paling dijaga di dunia tersebut – yang terakhir terjadi pada tahun 2017. Tidak jelas apa yang menyebabkan Korea Utara melepaskan tembakan.

Para pejabat militer di Selatan mengatakan tidak ada tanda-tanda gerakan pasukan yang tidak biasa. Mereka berusaha mencari tahu apakah ini kecelakaan atau disengaja.

Sangat kecil kemungkinan bahwa tembakan yang dilakukan oleh Korea Utara itu disengaja, menurut militer Korea Selatan. Tetapi pada tahap ini tidak jelas bagaimana mereka membuat penilaian itu.

Bahkan jika itu disengaja atau terjadi kesalahan perhitungan, itu menunjukkan betapa pentingnya bagi pasukan untuk menjaga konsentrasi di DMZ untuk memastikan situasi tidak menjadi lebih buruk.

Jika itu adalah keputusan yang lebih taktis oleh Korea Utara maka itu masalah yang sangat berbeda.

Waktunya menarik. Hanya 24 jam sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali muncul setelah 21 hari menghilang. Ada juga sejumlah besar latihan militer di Utara dalam beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan kesiapan untuk melawan perang yang sebenarnya, menurut media pemerintah.

Pyongyang terkadang menggunakan taktik eskalasi untuk melonggarkan diri, menggunakan postur militernya sebagai pengungkit dalam negosiasi-negosiasi selanjutnya.

Tetapi tanda-tanda tembakan langsung akan mengecewakan banyak orang di Korea Selatan. Ada banyak usaha dalam dua tahun terakhir untuk meredakan ketegangan antara kedua negara setelah Presiden Moon Jae-in bertemu Kim Jong-un. Kedua belah pihak menandatangani perjanjian militer – setiap tembakan yang disengaja akan melanggar perjanjian itu.

BACA JUGA:  Kisah Cinta Beda Usia 61 Tahun Ini Viral di Media Sosial
loading...