Beranda PERISTIWA Kota Kendari Rusuh, Aksi Anarkis Ribuan Orang Merusak Berbagai Fasilitas Umum

Kota Kendari Rusuh, Aksi Anarkis Ribuan Orang Merusak Berbagai Fasilitas Umum

Kota Kendari
Kota Kendari mencekam. Kerusuhan terjadi setelah sebelumnya ratusan orang menggelar aksi di perempatan KFC MT Haryono dan Perempatan Lippo Plaza Kendari. Kerusuhan terjadi mulai dari simpang empat lampu merah eks PGSD, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari video yang beredar, polisi tampak menembakkan gas air mata membubarkan massa. Terlihat sejumlah orang yang berpakaian serba hitam memblokade jalan. Akibatnya jalan tersebut tak bisa dilalui pengendara. Massa tampak mulai anarkis saat melihat sejumlah pengendara mengambil foto kerusuhan.

BACA JUGA:  Prancis Desak Negara Arab Hentikan Boikot

Ribuan orang yang turun ke jalan, menghadang sejumlah pengendara roda dua dan empat. Tidak hanya itu, mereka ikut merusak fasilitas umum di sepanjang jalur yang dilewati. Marka jalan dicabut, toko-toko yang mereka lalui dilempar dan dihancurkan. Bunyi pecahan kaca terdengar dari sejumlah toko yang didekati para perusuh itu.

Dari pengakuan sejumlah saksi mata, massa berusaha masuk di lokasi publik seperti area pertokoan dan bank dalam kota Kendari. Namun, aksi ini sempat dihalau sekuriti dan petugas polisi.

Kota Kendari

BACA JUGA:  Remaja di India Bunuh Diri Akibat Layar Handphone Rusak

Akibatnya, sejumlah toko di kawasan Wuawua terpaksa ditutup. Apotek, Bank, dan toko lainnya menyelamatkan karyawannya khususnya perempuan ke dalam gedung. Tak ada aparat keamanan terlihat melerai kerusuhan itu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga AKP I Gusti Komang Sulastra menyebut, saat ini tengah memantau pergerakan massa. Pihaknya masih mencari pemicu utama dari kerusuhan ini. Namun mereka tak kuasa mengamankan keributan.

BACA JUGA:  Luapan Sungai Bekasi Genangi 2 Kecamatan

“Kita masih memantau sejak tadi malam kita begadang ini. Tadi juga kita melintas sempat juga (dilempari). Jadi, kita masih baca situasinya, kita masih mau pastikan pemicunya,” kata AKP I Gusti Komang Sulastra saat dihubungi melalui telepon.

Ceramah Memantik Protes

Aksi ini bermula dari ceramah salah seorang ustaz di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Ceramah ini, menyatakan salah satu tradisi kelompok tertentu sebagai hal yang tidak sesuai tuntutan agama. Pernyataan ini, viral usai salah seorang jemaah merekam ceramahnya.

Awal Maret 2020, masyarakat di Kabupaten Kolaka, mengeluhkan isi ceramah salah seorang pemuka agama. Isi ceramahnya dianggap melecehkan tradisi salah satu kelompok yang sudah berlangsung ratusan tahun lamanya.

BACA JUGA:  Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Rusak 43 Rumah

Saat itu, aksi protes pecah pada 9 Maret 2020. Masyarakat Kolaka turun ke jalan, meminta kepada Kapolres memproses hukum oknum dimaksud.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan, untuk memproses itu tidak cepat. Pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi, tetapi perlu menghadirkan ahli agama untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

BACA JUGA:  Vietnam Evakuasi 1,3 Juta Warga Akibat Topan Molave

“Kami perlu menghadirkan ahli yang berkompeten untuk kasus itu,” ujarnya.

Aksi anarkis ini juag dipicu oleh pertengkaran suami istri di Kota Kendari. Awalnya, sang suami yang jengkel dengan sikap istrinya, berlanjut dengan aksi unggah status di media sosial.

Isinya, bukan saja memojokkan sang istri, juga menjelek-jelekan kelompok tertentu. Kesal dengan unggahan ini, pelaku sudah diperiksa pihak kepolisian. Namun, tulisan pelaku terlanjur membuat kesal kelompok tertentu.

Aksi pelaku, sempat dilaporkan. Polisi kemudian memanggil pelaku dan memproses hukum dan memberikan tindakan agar pelaku jera.

Akun Palsu

Unggahan sejumlah akun palsu, menyebabkan kemarahan kelompok tertentu. Beberapa di antaranya, sudah menyerempet kondisi fisik dan kondisi sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Polisi sudah memproses berbagai laporan ini dan menangkap para pelaku. Namun, beberapa di antaranya, sulit terungkap karena alasan akun palsu.

BACA JUGA:  Luapan Sungai Bekasi Genangi 2 Kecamatan

“Kami sudah mengejar dan melacak jejak digital. Namun, pelaku adalah anonymous (tidak diketahui). Namun, ketahulah tim kami dan penyidik sudah bekerja maksimal mencari para pelaku,” ujar Kapolda Sultra melalui Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, Kamis (17/9/2020).

Permintaan Demonstran

Ribuan demonstran yang turun di Jalan Kota Kendari hari ini, meminta kepada Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya agar hadir di tengah massa aksi. Namun, hal ini tidak bisa dipenuhi pihak kepolisian. Aguslan menyatakan, Kapolda harus datang menemui mereka dalam waktu 1X1 jam. Jika tidak, maka mereka akan melakukan aksi anarkis.

“Jika tidak dipenuhi, maka kalau perlu akan kami bakar setiap kendaraan yang lewat,” ujar Aguslan, korlap aksi.

BACA JUGA:  Vietnam Evakuasi 1,3 Juta Warga Akibat Topan Molave

Massa aksi sempat terlibat bentrok dengan polisi. Dua orang personel Polda Sultra mengalami luka-luka karena kejadian ini. Keduanya yakni, Aiptu Ridwan dan Aiptu Untung.

Kapolda melalui Kabid Humas AKBP Ferry Walintukan menyatakan, saat ini para pelaku anarkis sudah diperiksa di Polres Kendari. Mereka berjumlah 5 orang.

“Pelaku kini sudah menjalani pemeriksaan di Polres Kendari, mereka dimintai klarifikasi soal kasus ini,” ujar Ferry.

Saat berusaha dikonfirmasi, Kapolres Kendari AKBP Dodok Erfianti tidak mengaktifikan nomor telepon.

Sumber: Detik.com | Liputan6

loading...