Beranda HUKUM Kronologi Kasus Mutilasi di Apartemen Kalibata City, Pelaku dan Korban Sempat Kencan

Kronologi Kasus Mutilasi di Apartemen Kalibata City, Pelaku dan Korban Sempat Kencan

Mutilasi
Kasus mutilasi dengan korban Rinaldy Harley Wismanu dengan awktu singkat berhasil diungkap oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang cukup menggegerkan penghuni apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan ini ternyata pelakunya adalah sepasang kekasih, keduanya berhasil diciduk polisi.

Sebelum terjadi peristiwa mutilasi itu, korban yang bernama Rinaldy Harley Wismanu berkenalan dengan tersangka berinisial LAS melalui aplikasi Tinder. Mereka berdua berkenalan sejak satu tahun lalu dan sudah cukup dekat.

BACA JUGA:  Berebut Kencan dengan Wanita Indonesia, Warga Ghana Ini Tewas Ditikam Temannya Sendiri

“Mereka kenal dari chatting melalui aplikasi Tinder. Mereka kemudian beberapa kali ketemu dan korban meminta nomor WA ke tersangka dan sering melakukan chatting,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Namun, perkenalan LAS dengan Korban tidak serta merta untuk mencari teman. Ternyata LAS memiliki kekasih berinisial DAF dan hanya mencari mangsa untuk diambil hartanya melalui Tinder.

“Modus operandi mereka berkenalan kemudian si tersangka tahu korban punya finansial yang dianggap lebih dan dianggap orang berada. Kedua tersangka berencana menghabisi nyawa korban dan mengambil barang-barang dan uang korban,” ujar Nana.

BACA JUGA:  PSK Online Dibunuh Pelanggannya di Bekasi

Pada tanggal, 5 September 2020, korban dan LAS sepakat untuk menyewa apartemem di daerah Jakarta Pusat selama lima hari. Pada 7 September 2020, korban dan tersangka LAS tiba dikamar apartemen itu dan melakukan hubungan badan sebelum korban dieksekusi oleh tersangka DAF.

Tersangka DAF saat itu bersembunyi di kamar mandi apartemen. Saat korban dan LAS berhubungan badan, DAF langsung memukul korban sebanyak tiga kali menggunakan batu dan menusuk korban menggunakan pisau sebanyak tujuh kali hingga korban tewas.

“Setelah korban meninggal kemudian mereka berdua turun membeli golok dan gergaji dan mereka kembali ke apartemen tersebut dan melakukan mutilasi,” ujar Nana.

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

Kedua tersangka juga membeli seprai baru untuk mengganti seprai di apartemen itu. Mereka juga membeli cat untuk mengecat tembok di kamar apartemen tersebut.

Korban kemudian dimutilasi 11 potongan, ke-11 potongan tubuh korban dimasukan ke dalam kresek dan dua koper. Mereka pun menyewa taksi online dan membawa jasad korban ke kamar apartemen yang mereka sewa di Kalibata City, Jakarta Selatan.

Di sana jasad itu diletakan sambil para tersangka menyewa rumah di wilayah Depok untuk mengubur jasad korban. Di rumah kontrakan itu, para tersangka menggali kuburan untuk menguburkan jasad korban.

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

Sementara, pada tanggal 12 September 2020, Nana mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari keluarga korban yang menyebut korban sudah hilang kontak sejak tanggal 9 September 2020. Polisi pun menggelar penyelidikan hingga menyusuri rekening korban.

Dari rekening korban diketahui ada beberapa transaksi hingga pembelian motor dan perhiasan serta pembayaran kontrakan di Depok. Singkat cerita, polisi menditeksi keberadaan tersangka dan berhasil menciduk tersangka semalam di kontrakan mereka di Depok.

Pada saat ditangkap tersangka LAS kooperatif. Namun tersangka DAF mencoba melarikan diri hingga polisi terpaksa menambak kedua kaki tersangka karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

BACA JUGA:  Wanita Bersuami Dibunuh Setelah 2 Kali Berhubungan Badan dengan Kekasih Gelapnya

“Rencana para tersangka ini sewa rumah di Cimanggis dan sedang gali kuburan di belakang rumah kontrakan dia tapi belum dilaksanakan penguburan karena mereka berhasil ditangkap,” ujar Nana.

Di waktu bersamaan, dari keterangan tersangka polisi mengamankan jasad korban semalam di apartemen Kalibata City dan membawanya ke RS Polri. Irjen Nana mengatakan jika korban juga kehilangan uang sebesar Rp97 juta yang digunakan tersangka untuk menyewa rumah di Depok, apartemen di Kalibata dan membeli emas dan motor.

Atas perbuatan kedua tersangka ini, polisi mengenakan Pasal 340, 338 dan 365 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga pidana mati.

loading...