Beranda GAYA HIDUP Pelestarian Lahan Gambut Tropis Bisa Jadi Kunci Cegah Pandemi Berikutnya

Pelestarian Lahan Gambut Tropis Bisa Jadi Kunci Cegah Pandemi Berikutnya

Peneliti menyatakan pelestarian lahan gambut tropis bisa menjadi kunci mencegah pandemi berikutnya. Sebab, daerah lahan gambut merupakan sumber awal penyakit zoonosis atau penyakit yang bermula dari hewan.

Lahan gambut tropis merupakan hutan rawa yang banyak ditemukan di daerah sekitar khatulistiwa yang gambutnya sebagian besar terdiri dari materi pohon mati, bukan lumut seperti di garis lintang lainnya. Tempat ini menjadi rumah bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan, termasuk berbagai taksa vertebrata yang diketahui mewakili risiko zoonosis EID, seperti kelelawar, hewan pengerat, trenggiling, dan primata. Lahan ini juga merupakan penyerap karbon utama, dan mengimbangi emisi karbon dan gas rumah kaca.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal PeerJ, peneliti berkata sebagian besar kejadian penyakit menular baru (EID) didominasi oleh zoonosis (60,3 persen), dengan mayoritas (71,8 persen) berasal dari satwa liar, termasuk Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), Severe Acute Respiratory virus (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Ebola, dan Covid-19.

Negara-negara yang memiliki lahan gambut tropis juga sebagian besar merupakan negara berpenghasilan rendah atau menengah. Perburuan satwa liar, kebakaran hutan gambut, dan degradasi habitat merupakan tiga hal yang sangat mempengaruhi lahan gambut, tetapi semuanya lebih mungkin terjadi di negara-negara dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Sehingga, kontak manusia dengan satwa liar dan perburuan daging liar di lahan gambut tropis juga memberikan potensi lebih lanjut untuk kejadian penyebaran penyakit, di mana patogen dari satu spesies berpindah ke spesies lain dari satwa liar ke manusia untuk terjadi.

Tak hanya kontak manusia dengan satwa liar, munculnya EID secara zoonosis berkorelasi positif dengan kepadatan populasi manusia yang tinggi dan kekayaan inang satwa liar, hilangnya keanekaragaman hayati, penyebaran vektor dan patogen, serta ditambah perambahan, fragmentasi, dan perubahan habitat.

BACA JUGA:  Heboh! Foto Hasil Test Swab Rizieq Shihab Positif Covid-19 Beredar

Peneliti menyimpulkan bahwa pengelolaan berkelanjutan lahan gambut tropis dan satwa liarnya penting untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 dan mengurangi potensi kemunculan serta keparahan EID dari zoonosis di masa depan. Konservasi dan restorasi sangat diperlukan dalam hal tersebut.

“Mengelola lahan gambut tropis secara berkelanjutan penting untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 dan mengurangi kemunculan dan keparahan penyakit menular yang muncul dari zoonosis di masa depan,” kata penulis studi dari konservasi di University of Exeter, Mark E. Harrison, seperti dikutip Popular Science dan CNN Indonesia.

Ilmuwan kedokteran hewan di Universitas London, Richard Kock menyatakan prihatin dengan banyak pihak yang fokus pada satwa liar sebagai vektor (perantra penular penyakit) potensial. Padahal, dia menilai patogen sebagian besar merupakan produk dari gangguan lingkungan.

“Saya mendukung pelestarian habitat ini, karena itu menciptakan stabilitas,” kata Kock.

 

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?