Beranda NASIONAL Langkah Pangdam Jaya Turunkan Atribut FPI Didukung Partai Golkar

Langkah Pangdam Jaya Turunkan Atribut FPI Didukung Partai Golkar

Langkah yang diambil Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dengan mengeluarkan pernyataan keras untuk Front Pembela Islam (FPI ) yang tak taat aturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat dukungan dari Partai Golkar.

Pangdam Jaya yang tegas memerintahkan anak buahnya membantu DKI Jakarta menurunkan baliho dan spanduk bergambar Rizieq Shihab, menurut Sekretarus Jenderal Partai Golkar Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, memang diperlukan.

“Apalagi setelah apa yang dilakukan Satpol PP seperti tidak digubris oleh kelompok yang memasang itu. TNI memang perlu turun tangan,” ujar Lodewijk Freidrich Paulus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020).

Pangdam Jaya

Langkah yang diambil TNI yang bekerja sama dengan kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta menurunkan baliho atau atribut FPI yang dinilai mengganggu ketertiban didukung penuh oleh Mantan Danjen Kopassus ini. Lodewijk pun sepakat dengan sejumlah pernyataan Dudung.

Pangdam Jaya juga menolak klaim FPI yang menyatakan mewakili umat Islam. Mayjen Dudung juga mendesak agar FPI dibubarkan jika berani memecah persatuan dan kesatuan.

“Kini saatnya negara menunjukkan ketegasannya kepada kelompok-kelompok yang secara terang-terangan sudah mengganggu ketertiban umum, menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan, bahkan dugaan penodaan agama,” ujar Lodewijk.

Anggota Komisi I DPR itu menilai pernyataan Dudung memiliki dasar hukum. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pasal 59 ayat (3) Perppu Nomor 2 Tahun 2017 mengeluarkan sejumlah larangan bagi ormas. Misalnya, tindakan permusuhan terhadap suku, agama, atau golongan tertentu, hingga mengganggu ketertiban dan ketenteraman umum.

“Tindakan massa FPI saat penjemputan HRS di bandara lalu juga jelas-jelas sudah melanggar keterlibatan umum. Bahkan terdapat sebagian fasilitas umum di bandara rusak diakibatkan ulah mereka,” pungkas Lodewijk.

BACA JUGA:  Emil Salim: Hanya NU, Muhammadiyah dan Koran Tempo Yang Gencar Bongkar Ekspor Lobster yang Lain Diam
loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?