Beranda NASIONAL Lebaran Tahun Ini Aliran Uang dari Jakarta ke Daerah Anjlok dari Rp...

Lebaran Tahun Ini Aliran Uang dari Jakarta ke Daerah Anjlok dari Rp 10 Triliun Jadi Rp 2 Triliun

Aliran Uang
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan aliran uang yang akan beredar ke daerah tujuan mudik pada musim Idul Fitri 1441 Hijriah/Lebaran 2020 diproyeksi akan turun 80 persen karena dampak wabah virus corona jenis baru (COVID-19).

“Yang tadinya diperkirakan aliran uang dari Jakarta ke daerah tujuan wisata sekitar Rp10,8 triliun diperkirakan akan turun 80 persen atau hanya sekitar Rp2 triliun,” ujar Sarman di Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Aliran uang itu pun, kata Sarman, hanya mengalir melalui kiriman/transfer via bank atau kantor pos dari warga yang masih punya simpanan atau kelebihan untuk dibagikan kepada keluarga di kampung.

“Sehingga Idul Fitri tahun ini tidak ada aliran uang memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Harapan para pelaku UKM untuk mendapat omzet dan keberuntungan saat momen Lebaran kali ini pupus,” ujarnya.

Sementara saat kondisi normal, aliran uang dari kota ke daerah tujuan mudik saat puncak Idul Fitri selalu naik dari tahun ke tahun. Dalam kondisi normal, uang yang mengalir ke daerah tujuan mudik tahun 2020 ini diperkirakan sebesar Rp10,8 triliun, naik 13,7 persen dari tahun 2019 sebesar Rp9,5 triliun.

Asumsi Rp10,8 triliun itu dihitung dari jumlah pemudik dari tahun ke tahun yang mengalami kenaikan. Jika tidak ada COVID-19, diperkirakan jumlah pemudik dari Jabodetabek ke berbagai daerah tujuan mudik diperkirakan mencapai 7.640.288 jiwa atau setara 2.546.763 keluarga.

Apabila setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp4.250.000 juta per keluarga maka dana yang mengalir ke daerah tujuan mudik diperkirakan mencapai Rp10,8 triliun.

Aliran uang dari kota ke daerah ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian karena para pemudik akan banyak membelanjakan uangnya di kawasan destinasi pariwisata, oleh-oleh khas daerah, aneka produk UKM seperti makanan/kuliner dan kerajinan daerah, batik dan uang lebaran/saku kepada keluarga.

BACA JUGA:  Ngabalin Berharap Agar Polri Tangkap Refly Harun

Kendati kondisinya berat saat Lebaran ini, dunia usaha masih melihat harapan karena kebijakan pemerintah memindahkan libur Lebaran ke akhir tahun. (WE)

loading...