Beranda INTERNASIONAL Macron Presiden Paling Dibenci Umat Islam Dunia Ini Ternyata Nikahi Wanita Selingkuhannya...

Macron Presiden Paling Dibenci Umat Islam Dunia Ini Ternyata Nikahi Wanita Selingkuhannya yang Lebih Tua 24 Tahun

Macron
Emmanuel Macron, Presiden Prancis ini kini tengah menjadi sorotan publik menyusul pernyataan kontroversialnya yang dianggap ‘menyerang’ agama Islam.

Siapa sejatinya Macron yang saat ini menjadi orang yang paling dibenci Umat Islam di seluruh dunia?

Kebencian Umat Islam pada Macron dipicu dengan pernyataannya yang justru membela penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW yang tentu dianggap sakral oleh Umat Islam di seluruh penjuru dunia. Sehingga ia langsung menuai kecaman.

Macron

Macron lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, kota yang berada di bagian utara Prancis. Semasa menempuh jalur pendidikan, Macron memang telah ditempa dengan pendidikan kelas atas Prancis dengan masuk di sekolah-sekolah elite.

Pada 2004 setelah lulus dari École Nationale d’Administration (ENA) in 2004, ia bekerja di Kementerian Keuangan Prancis sebelum akhirnya menjadi staf Presiden Francois Hollande pada 2012. Karier politiknya makin moncer sebelum akhirnya ia menjabat sebagai menteri ekonomi Prancis (2014-2016).

Kejutan kembali dilakukan Macron lewat Partai Sosialis yang mampu memenangkan pemilihan presiden pada Mei 2017 mengalahkan pimpinan Partai Nasional Marine Le Pen. Saat itu, usianya baru 39 tahun dan ia mencatatkan diri sebagai presiden termuda dalam sejarah Prancis.

Untuk kehidupan pribadinya, Macron terbilang paling melenceng dari tradisi keluarga besarnya yang semua terjun di dunia kesehatan. Orang tua dan saudaranya terjun di dunia medis. Sang ayah Jean-Michel Macron adalah seorang dokter.

Terkait kehidupan rumah tangganya, Macron menikahi gurunya sendiri Brigitte Trogneux pada 2007. Sang istri yang punya usia 24 tahun lebih tua ini merupakan guru Macron saat sekolah SMA di La Providence.

Catatan menarik lainnya mengenai sosok Brigitte bahwa ia menjadi orang yang mengajari Macron mengenai public speaking. Dengan kata lain, tak mungkin pencapaian Macron saat ini tanpa kehadiran sang istri.

BACA JUGA:  Victor Glover Posting Penampakan Bumi dari Kapsul Spacex

Siapa Brigitte Trogneux?

Macron

Briggite Trogneux lahir di salah satu kota di Prancis. Ia lahir dari keluarga terpandang, sebab orangtua Briggite ternyata konglomerat Prancis yang memiliki bisnis coklat.  Mereka adalah Jean dan Simone Trogneux.

Meski lahir dari keluarga kaya raya, Briggite tetap menjalankan pekerjaan sebagai guru Bahasa Prancis dan Latin di La Providence Lycee, sekolah elit di kota kelahirannya.

Tahun 1980-an, ia kemudian menjadi guru sastra di College Lucie-Berger di Strasbourg. Namun, Briggite memutuskan untuk berhenti mengajar pada 2016, karena membantu kampanye Emmanuel dalam Pilpres Prancis.

Pertemuan Briggite dan Macron terjadi tahun 1993. Kala itu, Macron masih berusia 15 tahun. Sementara Briggite yang menjadi guru sekolah drama berusia 39 tahun.

Kedekatan mereka mulai terjalin setelah Macron dan Briggite terlibat projek penulisan naskah drama Seni Komedi oleh Eduardo de Filippo.

Macron

Berdasarkan laporan Reuters, orangtua Macron sempat terkejut ketika tahu putranya jatuh cinta pada seorang guru. Bahkan Macron sempat dipindahkan dari sekolah tersebut, agar tidak bertemu dengan Briggite. Namun, Macron bersikukuh untuk menikahi Briggite dan berjanji akan kembali untuk menepati janji.

Tahun 1974, tepatnya saat berusia 21 tahun, Briggite sempat menikah dengan seorang banker. Dari pernikahan itu Briggite dikaruniai 3 orang anak. Namun, pernikahan yang sudah lebih dari 20 tahun itu kandas pada tahun 2006.

Tak disangka, setahun kemudian Macron kembali dan menepati janji untuk menikahi Briggite. Kini Macron menjadi ayah sambung bagi 3 orang anak dari pernikahan Briggite sebelumnya.

Brigitte Auzière pernah mencoba menjadi calon anggota dewan kota Truchtersheim pada tahun 1989, tetapi gagal.

Beberapa kritikus memanggilnya dengan “Barbie menopause”, yang lain menjulukinya “chouchou” – bahasa Prancis untuk hewan peliharaan guru.

BACA JUGA:  NOAA Temukan Ubur-Ubur Sisir Dekat Puerto Rico

Ketertarikan publik tumbuh ketika dia dituduh melakukan perselingkuhan rahasia dengan kepala eksekutif Radio Prancis Mathieu Gallet, 40 – yang dia bantah dengan keras.

Secara politis, Macron adalah tokoh pro-UE, kiri-tengah yang terkenal karena retorika anti-kemapanan. Independent.co.uk menulis, kisah cinta Macron-Brigitte yang aneh ditulis dalam sebuah buku biografi.

Biografi baru Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan keterkejutan orang tuanya ketika mereka mengetahui putra mereka yang berusia 16 tahun berselingkuh dengan gurunya yang sudah menikah.

Penulis Anne Fulda, yang menulis buku Emmanuel Macron: A Perfect Young Man, berbicara dengan orang tua politisi tentang skandal perselingkuhan yang dimulai ketika Ms Trogneux adalah ibu tiga anak berusia 39 tahun yang sudah menikah.

Orang tua anak sekolah itu percaya bahwa putra mereka berpacaran dengan putri gurunya, Laurence, sampai kebenaran terungkap melalui seorang teman keluarga.

Terkejut dengan perselingkuhan terlarang itu, Macron mengeluarkan remaja berbakat intelektual dari sekolah.

Ibunya, Francoise Nogues-Macron, mengatakan kepada Ms Fulda: “Kami tidak percaya. Yang jelas adalah ketika Emmanuel bertemu Brigitte, kami tidak bisa hanya mengatakan, ‘Itu bagus “.”

Namun dia menambahkan: “Yang penting bagi saya bukanlah fakta bahwa dia memiliki hubungan dengan Brigitte tetapi bahwa dia masih hidup dan tidak ada masalah.”

Menyadari perselingkuhannya bukanlah fase yang berlalu, dia dikatakan telah memberi tahu gurunya: “Apakah kamu tidak melihat? Anda memiliki hidup Anda. Tapi dia tidak akan punya anak denganmu. ”

Ayahnya, Jean-Michel Macron, mengungkapkan bahwa dia “hampir jatuh dari kursinya” ketika mengetahui tentang kekasih putranya: “Ketika Emmanuel bertemu Brigitte, kami tentu tidak mengatakan, ‘Alangkah indahnya!’

Orang tua yang terguncang itu bertemu dengan Nyonya Trogneux dan memintanya untuk tidak melihat putra mereka lagi sampai dia dewasa, tetapi dia dengan tegas mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak bisa “menjanjikan apa pun”.

BACA JUGA:  Eropa Sepakati Rp 1,4 T Bawa Pulang Sampah Orbit

Tetapi nenek dari pihak ibu Presiden, Manette, secara mengejutkan memahami.

Francoise mengenang: “Ibuku, yang tidak akan pernah mentolerir situasi seperti itu untuk anak-anaknya sendiri, menunjukkan dirinya untuk menjadi lebih terbuka dan toleran sehubungan dengan urusan cinta cucu-cucunya.”

Dikutip dari berbagai sumber

 

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?