HUKUM

Mahfud MD: Siapapun Jangan Takut dengan Luhut

Mahfud MD
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD berkomentar terkait  kasus yang dialami sahabatnya mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Didu yang tengah menghadapi tuduhan mencemarkan nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Mahfud MD, penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri harus menangani kasus tersebut secara profesional dan proporsional. Artinya, jangan takut dengan Luhut sebagai pelapor maupun Said Didu selaku terlapor.

Hal itu disampaikan Mahfud MD pada saat diwawancarai oleh Deddy Corbuzier yang diunggah ke Youtube pada 18 Mei 2020 lalu dengan judul Kenapa Harus Takut Luhut? Dan Corona Gimana Pak?.

“Dua-duanya sahabat baik saya. Saya bilang begini, siapa pun jangan takut dengan Pak Luhut. Kalau tidak benar dia laporannya, ya dibebaskan,” ujar Mahfud MD dikutip pada Rabu (20/5/2020).

Namun, Mahfud MD juga mengatakan siapa pun jangan takut dengan Said Didu, sekalipun Said Didu dikawal beberapa purnawirawan. “Kalau salah ambil saja, ini hukum.”

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menegaskan bahwa hukum itu panglima tertinggi di republik ini, sehingga hukum tidak boleh takut pada Luhut dan Said Didu. Makanya, hukum harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Keduanya sahabat saya, keduanya saya masih SMS tentang kasus itu. Saya bilang jalan saja, hukum tegakkan, ini negara hukum. Hukum ya hukum,” jelasnya.

Namun, Mahfud menilai kasus Said Didu yang menyebut Luhut pikirannya hanya uang itu sebenarnya kritikan. Namun, kebenaraan itu harus dibuktikan melalui proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian saat ini.

“Proses pembuktian nanti. Misalnya kasus Luhut, kalau bicara Luhut itu pikiranya uang, uang dan uang. Mungkin itu kritikan,” ujar Mahfud.

BACA JUGA:  6 Orang Oknum Anggota Ormas Pelaku Penyegelan Rumah Wabub Solok Diamankan Polisi

Namun menurut Mahfud, beda halnya apabila dikatakan misalnya Luhut memaksa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menyediakan dana proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Itu jadi masalah, bukan kritikan. Karena ada kata memaksa, kapan dan di mana. Wong anggarannya tidak ada kan, tahun 2021 tidak ada anggaran untuk ibu kota baru, dari mana masuknya. Misalnya, mungkin Didu benar. Kebenaran itu harus dibuktikan di polisi nanti. Gitu aja kalau saya,” jelasnya.

Luhut sebelumnya telah melaporkan Said Didu ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Sebab, Said Didu menyebut Luhut hanya memikirkan uang. Hal itu diunggah ke akun Youtube MSD, yang berdurasi 22:45 menit dengan judul MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang.

Kuasa Hukum Luhut, Riska mengatakan Said Didu disangkakan Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat (1), (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

loading...