Home OLAHRAGA Maverick Vinales Dituduh Sengaja Membuat Jebol Mesin Motor Yamaha M1

Maverick Vinales Dituduh Sengaja Membuat Jebol Mesin Motor Yamaha M1

Maverick Vinales
Maverick Vinales dituduh sengaja akan membuat mesin motor Yamaha M1 jebol. Hal itu telah menjadi pemicu Vinales dicoret Yamaha dari MotoGP Austria akhir pekan ini.

Tim Yamaha bahkan mengklaim bahwa Maverick Vinales mencoba untuk menggeber mesin M1 sampai RPM tinggi (red line) dalam perjalanan ke pit lane ketika ia memasuki garasi tanpa bisa menuntaskan balapan pada gelaran MotoGP Styria.

Dalam video on-board yang diunggah Instagram MotoGP, memang terlihat Maverick Vinales beberapa kali menggeber motornya hingga RPM tinggi. Sebelum memasuki pitlane, dia menggeber motornya hingga rev limiter tanpa mengganti gigi sebelum masuk pitlane.

Terdengar mesin meraung yang menandakan putaran mesin mencapai limitnya. Ketika di pitlane, Maverick Vinales juga beberapa kali menggeber motornya. Dia menggeber motor sampai limiter, sambil mengisyaratkan kekecewaannya.

Menurut pernyataan Yamaha, tindakan itu berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan pada mesin. Hal itu juga menimbulkan risiko serius bagi pebalap itu sendiri dan mungkin pebalap lain jika mesin jebol dan oli berceceran di lintasan.

Padahal, bikin mesin motor MotoGP itu nggak murah lho. Dilansir Sportingfree, biaya mahal disiapkan setiap tim MotoGP untuk mengembangkan mesin yang kompetitif di balapan MotoGP.

Untuk membuat motor MotoGP, dibutuhkan biaya total US$ 4 juta atau sekitar Rp 57,6 miliar. Biaya mesinnya saja bisa mencapai US$ 425.000 atau Rp 6,1 miliar!

Tim MotoGP menyetel mesin buatan pabrik yang mereka terima untuk meningkatkan kecepatan tertinggi dan akselerasi motor. Biaya yang diperlukan terkadang mencapai US$ 400.000 (Rp 5,7 miliar). Yang bikin motor MotoGP mahal, motor ini menggunakan bahan ringan yang langka seperti serat karbon, titanium, dan magnesium.

Saat merancang dan menyesuaikan mesin, tim harus memastikan mesin bisa menempuh jarak yang pas dan memberikan performa puncak yang andal. Karena menurut aturan MotoGP, motor hanya diperbolehkan membawa 20 liter bahan bakar.

Setiap tim MotoGP mencoba menggunakan teknologi mahal terbaru di motor mereka. Motor MotoGP ini memiliki beberapa sensor mahal dan katup pneumatik untuk transmisi dan pergantian gigi yang lebih halus.

Untuk memperbaiki motor yang rusak akibat kecelakaan saja biayanya tak murah. Perbaikan motor MotoGP yang rusak akibat kecelakaan bisa menelan biaya US$ 25.000 sampai US$ 100.000 (Rp 360 juta sampai Rp 1,4 miliar).

Exit mobile version