PERISTIWA

MUI Serukan Boikot Produk Unilever karena Pro LGBT

MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk berhenti menggunakan produk Unilever  dan beralih ke produk lain.

Hal ini dilakukan oleh MUI karena Unilever telah memberi dukungan terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+).

Tidak hanya MUI, sikap yang diambil oleh Unilever juga telah menuai kecaman di dunia maya. Tak sedikit seruan untuk memboikot produk Unilever.

Ketua Komisi Pemberdayaan Umat MUI, Azrul Tanjung menegaskan, akan mengajak masyarakat untuk beralih pada produk lain.

“Saya selaku ketua komisi ekonomi MUI akan mengajak masyarakat berhenti menggunakan produk Unilever dan memboikot Unilever,” ujar Azrul dikutip dari Republika, Minggu (28/6/2020).

BACA JUGA:  Walikota Seoul Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri

Azrul mengatakan, kampanye pro-LGBT yang tengah gencar dilakukan Unilever sudah keterlaluan dan sangat keliru. Azrul juga menyayangkan keputusan Unilever untuk mendukung kaum LGBT.

“Saya kira Unilever ini sudah keterlaluan. Kalau ini terus dilakukan, saya kira ormas-ormas Islam bersama MUI akan melakukan gerakan anti-Unilever atau menolak Unilever, dan kita menghimbau masyarakat untuk beralih pada produk lain,” katanya.

“Kita akui Unilever ini memang perusahaan terbesar tapi bukan berarti kita tidak bisa beralih ke produk lain, dan sekarang kesempatan bagi produk lain untuk mengambil posisi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Peluncuran Roket SpaceX Batal Akibat Cuaca Buruk

Unilever, merupakan perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda, pada 19 Juni lalu resmi menyatakan diri berkomitmen mendukung gerakan LGBTQ+. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram.

“Kami berkomitmen untuk membuat rekan LGBTQ+ bangga karena kami bersama mereka. Karena itu, kami mengambil aksi dengan menandatangani Declaration of Amsterdam untuk memastikan setiap orang memiliki akses secara inklusif ke tempat kerja,” tulis Unilever.

Tidak itu saja, Unilever juga telah membuka kesempatan bisnis bagi LGBTQ+ sebagai bagian dari koalisi global. Selain itu, Unilever meminta Stonewall, lembaga amal untuk LGBT, untuk mengaudit kebijakan dan tolok ukur bagaimana Unilever melanjutkan aksi ini.

BACA JUGA:  Walikota Seoul Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri
loading...