Beranda POLITIK Nasrul Abit: Transformasi Digital Dapat Memicu Model Bisnis Baru di Sumbar

Nasrul Abit: Transformasi Digital Dapat Memicu Model Bisnis Baru di Sumbar

Nasrul Abit
Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit mengatakan, bahwa untuk menghapus kesenjangan dan pengentasan ketertinggalan di Sumbar dibutuhkan terobosan terutama di bidang teknologi, agar perubahan yang lebih besar dan lebih baik bisa tercapai.

Menurut Nasrul Abit (NA), salah satu yang dijadikan fokus utama oleh pasangan NA-IC adalah dengan melakukan transformasi digital. Apalagi kata NA, transformasi digital bukanlah istilah yang asing di tengah masyarakat saat ini, terutama bagi masyarakat yang sudah cukup lama berselancar di dunia teknologi.

BACA JUGA:  Pilgub Sumbar 2020: Ninik Mamak Malampah Dukung NA-IC

“Praktiknya, transformasi digital biasa digunakan dalam konteks bisnis, karena kehadirannya akan memicu terciptanya model bisnis yang baru,” ujar Nasrul Abit, kepada indeksnews.com, Minggu (18/10/2020).

Kenapa transformasi digital dijadikan fokus utama pasangan NA-IC? Nasrul Abit mengungkapkan, bahwa orang Minangkabau sangat menonjol di bidang perniagaan, sebagai profesional, dan intelektual.

Nasrul Abit

BACA JUGA:  Ninik Mamak Malampah Dukung NA-IC dalam Pilgub Sumbar

Orang Minangkabau, kata Nasrul Abit, merupakan pewaris dari tradisi lama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. Lebih dari separuh jumlah keseluruhan orang Minang berada dalam perantauan. Mereka pada umumnya bermukim di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Bandar Lampung, dan Surabaya.

Sedangkan di luar wilayah Indonesia, etnis Minang terkonsentrasi di Kuala Lumpur, Seremban, Singapura, Jeddah, Sydney, dan Melbourne. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang yang sangat digemari di Indonesia bahkan mancanegara.

BACA JUGA:  Nasrul Abit: Peran Ninik Mamak di Sumbar Harus Diperkuat

Orang Minangkabau yang sangat menonjol di bidang perniagaan ini, kata Nasrul Abit, harus mampu bertransformasi, yaitu dengan memadukan bisnis dan teknologi agar strategi bisnisnya lebih luas. Perpaduan itu juga  membuat bisnis berpotensi lebih besar untuk sukses.

“Dalam sebuah bisnis yang memanfaatkan transformasi digital, pengusaha dapat menempatkan pengalaman digital dan pelanggannya sebagai inti dari sebuah model bisnis guna mendorong upaya transformasi yang mumpuni,” ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit

BACA JUGA:  Gatot Nurmantyo dan Hanafi Rais Disebut akan Jadi Ketum dan Sekjen Partai Umat

Nasrul Abit mengatakan, pengalaman pelanggan harus dijadikan sebagai prioritas utama. Dan ‘pembeli itu adalah raja’ istilah ini kata Nasrul Abit harus selalu dipahami oleh setiap pembisnis.

Di era saat ini bisnis yang berbasis pada digitalisasi menjadi fondasi yang bagus. Ketika suatu teknologi seperti AI dan analitik yang canggih digunakan untuk meningkatkan proses bisnis internal, maka transformasi sebuah teknologi digital kata Nasrul Abit menjadi sangat mungkin terjadi.

“Kita harus mulai beralih memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini sesuai dengan keadaan pasar yang juga menuntut kemudahan melalui teknologi,” ujar Nasrul.

BACA JUGA:  Pilgub Sumbar 2020: Ninik Mamak Malampah Dukung NA-IC

Menurut Nasrul Abit, dengan melakukan transformasi digital, seluruh jenis usaha bisa dikembangkan dari mana saja, sekalipun berada di pelosok. Masyarakat yang berada di perkampunganpun bisa berproduksi, tidak harus menjajakan hasil produksinya ke pasar-pasar konvensional.

“Proses yang serba digital, cepat, mudah, dan aman pun bisa dijadikan fondasi utama oleh berbagai jenis usaha,” jelas Nasrul Abit.

Apalagi kata Nasrul Abit, saat ini, masyarakat sudah mulai dibiasakan dengan layanan perbankan yang serba digital. Salah satunya adalah Mobile Banking. Aplikasi ini sangat mempermudah lalu lintas transaksi keuangan bagi masyarakat yang butuh efisiensi.

BACA JUGA:  Ninik Mamak Malampah Dukung NA-IC dalam Pilgub Sumbar

Transformasi digital juga sudah diterapkan di sektor transportasi, hotel, dan rumah sakit. Hal ini mempermudah masyarakat untuk mengaksesnya.

“Masyarakat saat ini sudah terbiasa belanja online, melalui e-Commerce. Tak heran banyak perusahaan yang memulai bisnis e-Commerce ini. Bahkan di Indonesia sendiri sudah banyak sekali e-Commerce ternama yang digunakan oleh masyarakat. Nah, sekaranglah saatnya kita melakukan transformasi itu,” pungkas Calon Gubernur Sumatera Barat Nomor Urut 2 ini.

loading...