EKONOMI

Ojek Online Terkena Imbas Pembatasan Sosial Berskala Besar, Dilarang Antar Penumpang

Ojek Online
Illustrasi
Ojek Online dilarang mengantar penumpang, larangan itu tertuang dalam pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020.

Sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi (ojek online) dengan batasan hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang.

Pembatasan ojek online ini tertuang dalam peraturan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sekali pun ada larangan, hingga saat ini masih banyak terlihat mitra perusahaan ojek online roda dua seperti Gojek, Grab, dan Maxim melayani jasa antar-jemput penumpang.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 agar bisa segera dilaksanakan di berbagai daerah, pada Sabtu (4/4/2020).

Adapun kriteria wilayah yang menerapkan PSBB adalah yang memiliki peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat penyakit Covid-19 secara signifikan dan cepat serta memiliki kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Penerapan PSBB di suatu wilayah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan berdasarkan permohonan kepala daerah.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan ini, kepala daerah baik itu gubernur, bupati, atau walikota harus mengajukan permohonan PSBB kepada menteri dengan disertai sejumlah data seperti peningkatan dan penyebaran kasus serta kejadian transmisi lokal.

Menanggapi hal itu, Manajer Humas Grab, Andre Sebastia aplikasi layanan ojek online, Grab belum mau berkomentar lebih. “Kami cek dulu ya,” katanya.

Sementara itu, Gojek mengaku bakal menindaklanjuti pedoman dari Permenkes ikhwal larangan pengangkutan penumpang.

Selain ojek online, dalam regulasi PSBB, pemerintah juga membatasi sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta moda transportasi.

BACA JUGA:  Mentan Janji Back-up Penuh Pertanian Maluku

Comments

comments

loading...