PERISTIWA

PA 212 Ancam akan Suruh Umat Islam Lakukan Pembangkangan Massal, Apabila Masjid Tidak Segera Dibuka

PA 212
Persaudaraan Alumni (PA 212) pun menuntut pemerintah untuk segera membuka masjid agar umat Islam bisa beribadah kembali di tengah pandemi COVID-19. Karena hingga saat ini nasib nasib pembukaan rumah ibadah masih belum ada kejelasan.

Ketua Umum PA 212, Slamet Ma’arif bahkan mengancam akan menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk melakukan pembangkangan massal. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan jika pemerintah tidak segera menormalisasi atau membuka kembali tempat ibadah.

Pembangkangan massal dilakukan dengan menyerukan agar masyarakat di setiap daerah beramai-ramai membuka tempat ibadah. “Jika tidak, kami akan serukan umat Islam untuk pembangkangan massal dengan beramai ramai membuka tempat ibadah masing-masing,” ujar Slamet dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk melakukan pelonggaran transportasi di tengah pandemi corona (COVID-19). Selain itu, pemerintah juga telah bersiap untuk melakukan kehidupan normal baru new normal dimana sejumlah mal akan kembali dibuka.

Terkait hal ini, Slamet kemudian menyebut bahwa Indonesia adalah negara berdasarkan ketuhanan, bukan negara kapitalis dan komunis. Maka, keputusan pemerintah untuk melakukan pembukaan sektor di perniagaan seperti mal harusnya juga dibarengi dengan pembukaan kembali tempat ibadah.

Slamet juga menjelaskan jika pembukaan tempat ibadah dapat tetap aman jika tetap melakukan protokol kesehatan COVID-19. Ia juga menyoroti jika ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan, maka pemerintah dapat langsung mencabut izinnya.

”Kalau mal sudah dibuka, maka pemerintah wajib juga membuka kembali aktivitas tempat ibadah,” tegas Slamet.

 

loading...