Beranda NASIONAL PDIP: Anies Baswedan Gagal, Tak Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19

PDIP: Anies Baswedan Gagal, Tak Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria dinilai telah gagal dan dikatakan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP, Gilbert Simanjuntak bahwa Anies sudah kehabisan akal dalam menangani kasus Covid-19.

Ia meminta Anies Baswedan untuk segera bebenah terkait tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta belakangan ini.

BACA JUGA:  Ngabalin Berharap Agar Polri Tangkap Refly Harun

Anies Baswedan dikatakan, Gilbert, tidak mampu mengendalikan penyebaran wabah Covid-19 di Ibu Kota. Naiknya kasus positif Covid-19 di Jakarta belakangan ini adalah bukti, bukan hanya karena masifnya testing yang digadang-gadangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies Baswedan
Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP, Gilbert Simanjuntak
BACA JUGA:  Inilah Hasil Akhir Seleksi CPNS BNPB Tahun Anggaran 2019, Selengkapnya Baca Di Sini

“Karena tidak terkendali makanya naik. Ini bukan hanya karena jumlah pemeriksaan yang bertambah lalu kasus bertambah karena positivity rate juga 27% kemarin,” ujara Gilbert Simanjuntak, dikutip dari WE, Selasa (1/9/2020).

Gilbert juga menjelaskan, Gubernur Anies beserta Wagub Ahmad Riza Patria sudah kehabisan akal dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Bahkan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pun terlihat tidak mampu bekerja mengendalikan penyebaran Covid-19 itu.

BACA JUGA:  Kota Padang Jadi Daerah Tertinggi Aktif Covid-19 di Indonesia

“Gubernur dan Wagub sudah kehabisan akal, sudah tidak mampu. Mereka ganti TGUPP-nya dengan yang mampu,” tegasnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengklaim bahwa penanganan Covid-19 di ibu kota masih terkendali meski kasus positif Covid-19 tembus di angka 1.114 per Minggu (30/8/2020). Pasalnya, jumlah kasus aktif dan meninggal karena Covid-19 menurun.

Anies Baswedan

BACA JUGA:  Hasil Seleksi CPNS Formasi 2019 Diumumkan Besok

Anies Baswedan mengatakan, tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta belakangan hari ini karena kapasitas testing yang dilakukan juga tinggi. Menurutnya, kapasitas yang dilakukan baik oleh pemerintah dan swasta di Jakarta mencapai 11.000 atau 10 kali lipat dari yang diharuskan WHO.

“Jadi secara aktivitas testing, kita tinggi. Bahkan hari kemarin, Minggu, di laporan itu 43% dari testing seluruh Indonesia itu dilakukan di Jakarta. Konsekuensinya angka positif menjadi lebih banyak. Ya karena kita melakukan testing. Tapi dengan cara seperti itu, kita mengetahui dengan senyatanya tentang status Covid-19 di Jakarta,” ujar Anies dalam webinar dengan tema Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, Senin (31/8/2020).

Sumber WE

loading...