EKONOMI

Pelanggan Listrik 1.300 VA Diusulkan Dapat Keringanan Bayar Tagihan

Pelanggan Listrik
Pelanggan listrik 1.300 VA di sejumlah daerah meminta pemerintah khususnya Menteri BUMN Erick Thohir untuk mempertimbangkan mendapatkan keringanan membayar tagihan.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan Deddy Sitorus. Deddy mengatakan, pelanggan listrik 1.300 VA jumlahnya sangat banyak dan terdampak virus corona.

Sebelumnya pemerintah menyatakan membebaskan biaya listrik untuk golongan 450VA dan diskon 50% untuk golongan 900VA subsidi, namun tidak bagi pelanggan listrik 1.300 VA.

“Ada permohonan dari banyak daerah terkait yang namanya listrik, pemerintah hanya cover 400 dan 900 VA kalau saya tidak salah, tapi kalau lihat pelanggan listrik 1.300 VA cukup besar dan banyak masyarakat tidak mendapat 400-900 dipaksa untuk ambil 1.300,” ujarnya dalam rapat kerja online, Jumat (3/4/2020).

"
"

“Mungkin perlu dipertimbangkan bagaimana PLN apakah cash flow mereka atau seperti apa, supaya ini juga diperhatikan karena sangat berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Anggota Komisi VI Fraksi PKB Nasim Khan juga menyampaikan hal yang sama. Ia meminta pemerintah mengkaji pemberian keringanan listrik golongan 1.300 VA.

“Kalau bisa jangan hanya sampai 900, kita harapkan 1.300VA masyarakat menegah bawah sangat butuh, itu coba diperhitungkan lagi,” katanya.

Erick Thohir langsung menanggapi usulan tersebut dan mengatakan, pemerintah memberikan stimulus sekitar Rp 405 triliun untuk mengatasi dampak corona, termasuk di dalamnya mengenai listrik. Terkait usulan anggota dewan, Erick mengatakan akan menyampaikan hal itu pada Presiden Joko Widodo.

“Tentu kalau ada permintaan 1.300VA mungkin saya sampaikan, tapi otoritas tidak saya, tapi saya sampaikan Bapak Presiden ataupun daripada Menko Perekonomian,” ujarnya.

Sementara, para pengusaha juga meminta agar pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan insentif pada masyarakat.

BACA JUGA:  Motornya Ditarik Leasing, Driver Ojek Online Jalan Kaki dari Bekasi ke Istana Negara Temui Jokowi.

“Jika ekonomi mau membaik di tengah badai corona, pemerintah harus pakai gaya virus corona itu sendiri, yang tidak tebang pilih. Dari yang miskin sampai yang kaya. Nggak, pandang jabatan. Nggak pilih kasih,” jelas Deputi Kadin Indonesia Nofel Saleh Hilabi.

Nofel mencontohkan terkait listrik gratis bagi pelanggan golongan 450 VA dan diskon golongan subsidi 900 VA. Padahal, semua lapisan masyarakat terkena dampak pandemi.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini yang paling terdampak adalah pelaku usaha menengah ke atas.

“Jika kita dipaksa bayar listrik ataupun abodemen, begitu juga di rumah kita harus bayar listrik lagi. Sedangkan pemasukan nggak cukup. Seharusnya listrik digratiskan, karena ini salah satu kebutuhan dasar masyarakat luas tanpa tebang pilih, antara si miskin dan si kaya. Seperti corona yang tidak tebang pilih. Jadi pemerintah harus hadir di sini untuk rakyatnya,” kata Nofel.

YLKI Usulkan Struktur tarif Listrik Diturunkan

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pernah mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA, bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA.

Menurut Tulus, pandemi virus corona, secara ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat, khususnya untuk masyarakat rentan, yang pendapatannya berbasis harian. Oleh karena itu, pemerintah harus memikirkan kelompok ini, dan sudah seharusnya pemerintah memberikan kompensasi agar daya beli mereka tidak tergerus.

“YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah,” ujarnya dalam siaran pers, pada 26 Maret 2020 yang lalu.

Apalagi menurut Tulus harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun sehingga momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Baya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

BACA JUGA:  Achmad Yurianto: Tidak Ada Larangan ke Pasar Beli Baju Baru untuk Lebaran

Diharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona

Selain itu, tulus juga mengatakan pemerintah seharusnya memberikan subsidi atau insentif berupa pengurangan tarif listrik saat ini. Hal itu dikarenakan selama aktivitas kerja dari rumah (work from home/WFH) pendapatan masyarakat terganggu, apalagi konsumen yang mendasarkan pada upah harian.

“Dalam sebulan ke depan pendapatan masyarakat pasti akan terganggu,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan diskon ini sebaiknya ditanggung pemerintah sehingga pemerintah yang harus mengompensasi kepada PLN. “Kan pemerintah yang meminta masyarakat  WFh, walaupun juga demi masyarakat,” tuturnya.

CARA MENGAKSES LISTRIK GRATIS

PLN, menyediakan akses resmi laman www.pln.co.id. Anda dipersilahkan masuk memilih menu pelanggan, lalu pilih stimulus Covid-19, masukkan ID pelanggan dan nomor meternya akan masuk ke token listrik gratis. Kemudian, token gratis akan ditampilkan di layar. Pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Comments

comments

loading...