Beranda HUKUM Penggerak Demonstrasi Siang Ini akan Ditangkap Polda Metro Jaya

Penggerak Demonstrasi Siang Ini akan Ditangkap Polda Metro Jaya

Demonstrasi
Penggerak demonstrasi yang terbukti melakukan provokasi membuat kerusuhan, hari ini, Selasa, 20 Oktober 2020 akan ditangkap oleh Polda Metro Jaya. “Bakal ada lagi yang kami tangkap siang ini,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.

Yusri menegaskan akan menangkap orang yang diduga provokator di media sosial. “Ini yang di medsos, ada aktornya. Kami tangkap, biar tahu,” dikutip dari Tempo, Selasa (20/10/2020).

BACA JUGA:  Ahmad Riza Patria dinyatakan Positif Covid-19.

Namun, Yusri menolak menjelaskan peran orang yang disebutnya dengan “para aktor” itu serta bukti keterlibatan mereka.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga orang yang diduga memprovokasi pelajar di media sosial agar berbuat rusuh saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

BACA JUGA:  Pemeran Video Mesum Mirip Gisel Kian Mendekati Fakta

Dua pelajar SMK, MLAI dan WH yang masing-masing berusia 16 tahun ditangkap. Mereka menurut Yusri adalah admin grup STM se-Jabodetabek dengan pengikut sebanyak 20 ribu. Grup ini berisi ajakan demonstrasi serta hasutan untuk melakukan kerusuhan.

Selain mereka berdua, polisi juga menangkap seorang pelajar lain, SN, 17 tahun, pemilik akun @panjang.umur.perlawanan di Instagram. Mereka bertiga diduga menyebarkan hasutan dan provokasi untuk melakukan kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa dan buruh pada 8 dan 13 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Pembantaian Sigi: Gereja Bala Keselamatan Berduka Atas Aksi Teror Kelompok MIT

Mereka diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik. “Mereka memprovokasi, ujaran kebencian, berita bohong, dan memposting undangan untuk anak-anak STM se-Jabodetabek hadir dalam demonstrasi,” ujar Yusri.

Di media sosial sebelumnya ramai beredar poster digital yang mengajak siswa STM untuk berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI. Dalam poster berjudul “STM Bergerak #TOLAKOMNIBUSLAW #MOSITIDAKPERCAYA”, para siswa diminta datang pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 13.00. Tagar #STMMELAWAN trending di media sosial Twitter.

BACA JUGA:  Teriakan Referendum Papua dalam Aksi 1 Desember di Jakarta

Polda Metro Jaya melarang aksi itu sebagai tindak lanjut Surat Telegram Rahasia Kapolri Jenderal Idham Azis. Telegram Rahasia bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per tanggal 2 Oktober 2020, Idham melarang unjuk rasa di tengah pandemi virus Covid-19.

(Tempo)

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?