Beranda HUKUM Penyidik Kejagung Temukan Petunjuk Irjen Napoleon Terima Uang Rp 7 Miliar

Penyidik Kejagung Temukan Petunjuk Irjen Napoleon Terima Uang Rp 7 Miliar

Kejagung
Penyidik Kejagung (Kejaksaan Agung) menemukan petunjuk bahwa Irjen Napoleon Bonaparte menerima uang senilai Rp 7 miliar dari Tommy Sumardi. Uang itu sebagai imbalan untuk mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri ini dalam mengurus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

“Petunjuk sudah ada, tapi masih dipelajari penyidik,” ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020) malam.

Namun, Febrie belum menjelaskan prihal adanya penerimaan uang tersebut. Ia pun belum bisa memastikan karena tim penyidik sedang mendalami. “Nanti beberapa hari sudah bisa terang,” jelas Febrie.

BACA JUGA:  Polisi Ini Tewas di Musala dengan Peluru Bersarang di Dada

Tim Divisi Hukum Mabes Polri pada sidang praperadilan mengungkapkan bahwa Napoleon menerima uang Rp 7 miliar secara bertahap atas jasanya menerbitkan surat-surat untuk menghapus red notice Djoko Tjandra.




Uang tersebut diterima Irjen Napoleon dalam bentuk dolar Amerika dan Singapura.

Sementara, pengacara dari Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, Gunawan Raka kemudian mempertanyakan temuan tersebut. “Kalau urusan duit itu, duitnya bawa sini deh. Saya enggak mau tanggapi. Kalau narasi, cerita, aduh saya enggak mau tanggapi. Duitnya mana? Itu saja,” ujar Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 29 September 2020 lalu.

BACA JUGA:  Cabuli Anak Kandung Sendiri Selama 5 Tahun, Pria Ini Mengaku Kilaf

Dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka. Selain Napoleon Bonaparte, tersangka lain adalah Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi suap. Kemudian Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo juga sebagai penerima suap.

loading...