HUKUM

Permintaan Maaf Said Didu Ditunggu Luhut B Pandjaitan Sampai Minggu Siang

Said Didu
Permintaan maaf Said Didu kepada Menteri Luhut Binsar Pandjaitan melalui seluruh platform media sosialnya ditunggu hingga Minggu (5/4/2020) siang.

Said Didu diminta menyampaikan permohonan maaf oleh Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, kepada Luhut.

Permintaan maaf Said Didu itu terkait ucapan Said Didu dalam tayangan YouTube yang dinilai menuding Luhut dalam beberapa hal.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu kata Jodi telah diberi waktu selama 2×24 jam untuk menanggapi somasi tersebut.

“Demand kami simple: kasih bukti klarifikasi atau minta maaf,” kata Jodi seperti dilansir Tempo pada Sabtu, (4/4/2020).

Jodi menegaskan, apabila dalam waktu 24 jam permintaan klarifikasi itu tidak digubris, ia menyebut akan menempuh jalur hukum sesuai dengan perudang-undangan yang berlaku.

Batas waktu permintaan permohonan maaf itu menurut Jodi berlaku hingga Ahad siang. “Kami tunggu sampai Minggu setelah makan siang,” tegasnya.

Said Didu sebelumnya mengunggah akun wawancara bersama Hersubeno Arief, seorang konsultan media dan politik. Dalam percakapan wawancara berdurasi 22 menit itu, Said dan Hersubeno membahas pelbagai hal yang menjadi tantangan seluruh dunia dalam menghadapi virus corona.

Pada video tersebut, Said menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara yang masih terus berjalan di tengah pandemi virus Corona. Said dalam video itu berpendapat bahwa kebijakan pemerintah itu tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan masyarakat.

Said kemudian menyebutkan bahwa Luhut, dalam kebijakan ini, turut berperan. Menurut mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, Luhut mengotot supaya Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak mengganggu dana pembangunan IKN.

Jodi menagatakan, ungkapan yang disampaikan Said itu keliru. “Saya ingin tegaskan bahwa tudingan yang disampaikan oleh Saudara Said mengenai dana pembangunan IKN tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Jodi.

BACA JUGA:  Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda Sumbar Terkait Kasus Anggota DPR Mulyadi

Ungkapan Said itu kata Jodi telah mengecewakan dan menyakiti Luhut. Bahkan Jodi menuding pendapat Said bisa diaktegorikan dugaan penghinaan.

Kemudian, Jodi menyatakan telah memperoleh pesan dari Luhut bahwa saat ini, masyarakat diminta tidak saling membenci dan memprovokasi.

“Bangsa Indonesia hari ini sedang butuh kerja sama dari semua pihak dan unsur masyarakat, untuk bersama memberikan pertolongan untuk penanganan pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Comments

comments

loading...