HUKUM

Pinangki Sebut Nama Jaksa Agung Saat Urus Fatwa MA agar Djoko Tjandra Tidak Dieksekusi

Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang terjerat dugaan kasus suap hingga kini masih bergulir di Kejaksaan Agung.

Pinangki diduga menerima suap USD 500 ribu terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi jaksa dalam perkara cessie Bank Bali.

Diungkapkan oleh Pengacara Djoko Tjandra, Krisna Murti, bahwa Jaksa Pinangki menawarkan pengurusan fatwa tersebut kepada Djoko Tjandra sekitar akhir 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pinangki

BACA JUGA:  Anggota DPRD Pemilik 5 Kg Sabu Itu Ternyata Residivis Narkoba

Namun, Djoko Tjandra tak percaya begitu saja atas tawaran tersebut. Sebab Pinangki hanya jaksa eselon IV yang tidak berkaitan langsung dengan perkara.

Meski demikian, untuk meyakinkan Djoko Tjandra, kata Krisna, Pinangki menyebut nama-nama tertentu, salah satunya Jaksa Agung ST Burhanuddin.

BACA JUGA:  Vicky Prasetyo Bebas dari Rutan Selemba dengan Uang Jaminan Rp 200 Juta

“Namanya orang membuat yakin seseorang macam-macam, versinya kenal ini, kenal ini. Menurut keterangan Pinangki demikian (kenal Jaksa Agung), tapi kebenarannya kita enggak tahu, namanya orang menawarkan ingin ikatkan diri,” ujar Krisna, Selasa (1/9/2020).

Djoko Tjandra, terpidana korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, kasusnya tetap berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8).

Pinangki

BACA JUGA:  Skandal Seks Zuraida Hanum dengan Jefri Warnai Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Terkait dugaan Jaksa Pinangki selalu melaporkan pertemuannya dengan Djoko Tjandra kepada Burhanuddin, Krisna menyatakan kliennya tidak tahu menahu.

Keyakinan Jaksa Pinangki mampu membantu Djoko Tjandra mengurus fatwa lantaran mengaku memiliki tim yang kuat. Berdasarkan penuturan Djoko Tjandra, Pinangki menyebut nama Andi Irfan Jaya dan Anita Kolopaking.

BACA JUGA:  Zuraida Hanum Otak Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dihukum Mati

“Pinangki bilang ‘saya melepas baju sebagai jaksa, tapi saya punya tim yang kuat’. Sehingga di pertemuan ketiga (dengan Djoko Tjandra), membawa Andi Irfan dan Anita sebagai tim dari Pinangki,” jelas Krisna.

Kecurigaan Jaksa Pinangki tak berdiri sendiri dalam pengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra sebelumnya pernah disampaikan Komisi Kejaksaan. Ketua Komjak, Barita Simanjuntak, meminta hal ini ditelusuri penyidik JAMPidsus Kejagung.

BACA JUGA:  Oknum Polisi Simpan Sabu, Todongkan Senjata Tajam Saat Ditangkap

“Karena publik tahu oknum Jaksa P itu posisinya apa? dia eselon IV, bukan penyidik, tidak ada kewenangannya kaitannya eksekusi Djoko Tjandra, loh kok dia bisa ketemu dan foto-foto, kan semuanya mengetahui, ketemu dengan Djoko Tjandra itu tidak mudah,” ujar Barita.

loading...