EKONOMI

Pinjaman Online Ilegal Makin Menghantui Masyarakat di Tengah Wabah COVID-19

Pinjaman Online Ilegal
Pinjaman Online illegal makin bertebaran secara subur di tengah masyarakat yang sedang berperang menghadapi virus corona COVID-19.

Masyarakat diminta untuk tidak mengakses pinjaman online atau fintech illegal ini. Karena perusahaan pinjaman online ini diduga memanfaatkan situasi ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk.

Bahkan perusahaan pinjaman online illegal ini tetap melakukan penagihan cicilan kepada nasabahnya dalam kondisi wabah Covid-19 sedangkan pemerintah menganjurkan Work From Home (WFH) dan social distancing.

Terkait pinjaman online illegal yang makin meresahkan ini, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing meminta masyarakat untuk tidak mengakses penawaran para perusahaan fintech illegal ini.

"
"

“Mengenai fintech ilegal ini, kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat agar jangan mengakses aplikasi ilegal ini karena sangat merugikan masyarakat,” ujar Tongam dikutip dari Warta Ekonomi, Rabu (8/4/2020).

Apabila telah terlanjur pinjam, Tongam minta masyarakat mengajukan restrukturisasi berupa penundaan cicilan tanpa denda, penurunan bunga, pengurangan denda, dan lain-lain. Kendati demikian, dia menegaskan fintech ilegal bukan merupakan wewenang OJK dalam mengatur dan mengawasinya.

“Bukan kewenangan OJK. Maksud saya peminjam yang menghubungi langsung tempat peminjamannya untuk meminta restrukturisasi. Kita tidak mengetahui keberadaan fintech lending ini. Kalau kami mengetahui, langsung kami blokir,” ujar Tongam.

Tongam meminta bantuan masyarakat membuat laporan ke Satgas Waspada Investasi apabila menemukan fintech ilegal. Hal ini agar pihaknya dapat melakukan pemblokiran sehingga korban fintech ilegal tidak bertambah banyak.

“Kami dari Satgas Waspada Investasi berusaha terus-menerus membasmi fintech lending ilegal ini. Peran serta masyarakat sangat diperlukan dengan melakukan pinjaman hanya pada fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK,” pungkasnya.

Comments

comments

BACA JUGA:  Waspada! Pinjaman Online Ilegal Bertebaran Selama COVID-19
loading...