POLITIK

Mosi Tidak Percaya Pengurus Terhadap Ketua DPC Hanura Kabupaten Sikka

INDEKSNEWS – Para kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partau Hanura Kabupaten Sikka, Fabianus Boli.

Surat mosi tidak ini juga dilayangkan ke Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta di Jakarta, tertanggal 30 Januari 2020. Dalam surat yang ditadatangani 12 orang pengurus Hanura tersebut dijelaskan sejumla ketimpangan-ketimpagan yang terjadi di DPC Hanura Kabupaten Sikka, baik dibidang organisasi maupun dibidang keuangan dibawah kepemimpinan Fabianus Boli.

Surat mosi tidak percaya pengurus DPC Partai Hanura Kabupaten Sikka, NTT.

Loading...

Dalam bidang organisasi, beberapa ketimpangan yang terjadi diantaranya, 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Hanura di Kabupaten Sikka tidak pernah dilantik dan diambil sumpahnya. Begitu juga dengan Surat Keputusan (SK) PAC tidak pernah diberikan kepada 21 Ketua PAC, 160 Ranting yang menyebar di Kabupaten Sikka tidak pernah dibentuk. Bahkan, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sikka dinilai sudah bertindak secara sepihak dan melampaui kewenangannya memberhentikan 10 orang badan pengurus harian DPC Partau Hanura Kabupaten Sikka tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan mekanisme partai. Serta menjelang Muscab 2020, Ketua DPC secara sepihak menunjuk beberapa PAC untuk mendukung pencalonannya sebagai Ketua DPC Hanura untuk periode berikutnya tanpa mencabut SK Kepengurusan PAC yang diganti.

Mosi Tidak Percaya Pengurus Terhadap Ketua DPC Hanura Kabupaten Sikka 1

Selain persoalan bidang organisasi dalam surat tersebut juga dipaparkan sejumlah persoalan keuangan diantaranya, bendahara DPC Hanura Kabupaten Sikka tidak menjalankan fungsinya kerena semua keuangan diambil alih oleh Fabianus Boli selaku Ketua DPC, dalam penarikan dana pembinaan partai di rekening bendahara hanya tandatangan pada slip sementara penarikannya dilakukan sendiri oleh Ketua DPC dan tidak diserahkan ke bendahara untuk dilakukan pembukuan, selain itu juga dana kontribusi anggota DPRD Fraksi Partai Hanura Sikka periode 2014-2019 yang seyogyanya untuk operasional partai tidak pernah disetor melalui bendahara dan tidak pernah dipertanggung jawabkan penggunaannya, serta dan kontribusi pembekalan caleg periode 2019-2024 dari 6 kabupaten yang dilaksanakan di Sikka tidak pernah dipertanggung jawabkan penggunaannya.

BACA JUGA:  Politik Transaksional Pengaruhi Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta

Sesuai dengan ketimpangan-ketimpangan tersebut, para pengurus DPC Hanura Sikka, meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura memberhentikan Ketua DPC Hanura Sikka Fabinus Boli, menunjuk pelaksa tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Sikka sambil menunggu Muscab dan melakukan audit internal Partai Hanura terhadap penggunaan keuangan selama masa kepemimpinan Ketua DPC Hanura Sikka Fabianus Boli.

Mosi Tidak Percaya Pengurus Terhadap Ketua DPC Hanura Kabupaten Sikka 2

Menanggapi surat mosi tidak percaya sejumlah pengurus DPC Hanura Sikka tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik (L-API) Maksimus Ramses Lalongkoe saat dimintai komentarnya mengatakan, bila ketimpangan-ketimpangan tersebut benar adanya, maka sebaiknya DPP Partai Hanura harus segara mengambil keputusan agar tidak menimbulkan kegaduhan di internal partai.

Sebab kegaduhan tersebut bisa mempengaruhi konsolidasi partai apalagi DPP Hanura baru saja melantik pengurus baru dengan tagline baru From zero to hero.

“Saya kira kalau ketimpangan-ketimpangan tersebut benar adanya, maka sebaiknya DPP Partai Hanura harus segara mengambil sikap dan keputusan tegas agar tidak menimbulkan kegaduhan di internal partai Hanura sendiri. Sebab kegaduhan tersebut bisa saja mempengaruhi konsolidasi partai apalagi kan DPP Hanura baru saja melantik pengurus baru dengan tagline baru from zero to hero,” kata Ramses di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut Dosen Universitas Dian Nusantara Jakarta ini mengatakan, bila mencermati isi surat mosi tidak percaya yang dilayangkan para pengurus DPC Hanura Sikka itu, menunjukan adanya permasalahan serius baik pada bidang organisasi maupun bidang keuangan karena organisasi bergerak dan berkembang tergantung bagaimana memange organisasi dan keuangan apalagi terkait partai politik.

“Kalau cermati isi surat mosi tidak percaya yang dilayangkan para pengurus DPC Hanura Sikka itu, menunjukan adanya permasalahan serius baik pada bidang organisasi maupun bidang keuangan karena organisasi bergerak dan berkembang tergantung bagaimana memange organisasi dan keuangan apalagi terkait partai politik tentu ini sangat rawan.

BACA JUGA:  Elektabilitas Anies Baswedan Diterpa Banjir Jakarta, PKS: Semakin Diinjak Makin Menanjak

Untuk itu Ramses menyarankan, DPP Hanura harus merespons desakan para pengurus DPC tersebut demi menjaga kekompakan Partai Hanura sehingga sejalan dengan semangat baru Hanura.

Comments

comments

Loading...
loading...