Beranda HUKUM Prostitusi Berkedok Panti Pijat Beroperasi di Kelapa Gading, Tarif Rp 300 Ribu

Prostitusi Berkedok Panti Pijat Beroperasi di Kelapa Gading, Tarif Rp 300 Ribu

Prostitusi
Prostitusi berkedok panti pijat beroperasi di tengah situasi Pemerintah DKI Jakarta sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

Kasus prostitusi berkedok panti pijat ini dibongkar oleh petugas dari Polres Metro Jakarta Utara. Panti pijat atau terapis ini dibandrol dengan tarif Rp 300 ribu.

Wakil Kapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Aries Fadillah mengungkapkan, prostitusi yang berkedok panti pijat ini untuk jasa terapis sebesar Rp 160 ribu per jam.

BACA JUGA:  Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Ternyata Dibunuh Kekasih Gelapnya

“Hasil keterangan pengelola apabila melakukan kegiatan lain sampai terjadi perbuatan cabul atau prostitusi, pelanggan harus membayar Rp300 ribu,” ujar Aries Fadillah di Jakarta, Selasa, (22/9/2020).

Aries mengungkapkan modus panti pijat bernama Temesis itu menawarkan pelayanan jasa kepada para pelanggan melalui aplikasi pesan singkat telepon selular disertai foto para terapis wanita.

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

Terkait prostitusi itu, penyidik Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga orang tersangka yakni DD (46) sebagai supervisor, dan TI (26), serta AF (27) sebagai kasir.

“Tersangka DD mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis untuk mengundang para pelanggan ini datang ke tempat itu,” ujar Aries.

BACA JUGA:  Setubuhi Adik Ipar Sejak Kelas 5 SD Hingga SMA, Pekerja Toko Bangunan di Padang Ditangkap

Penggerebekan tempat itu di Rumah Toko (Ruko) Gading Indah Blok V Nomor 21, Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Senin sekitar pukul 14.05 WIB.

Pengungkapan kasus itu berawal saat polisi mencurigai adanya kegiatan di depan ruko tersebut, selanjutnya petugas menyamar sebagai pelanggan dan mengamankan 21 orang di lokasi kejadian panti pijat itu.

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

dari 21 orang tersebut sembilan orang diantaranya berprofesi sebagai terapis, sembilan orang pembantu operasional, dan tiga orang penanggung jawab terhadap usaha panti pijat itu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 296 Kitab Udang-undang Hukum Pidana junto Pasal 506 tentang tindak pidana menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita, dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan penjara.

loading...