NASIONAL

PSBB Total Bakal Banyak Diterapkan untuk Kegiatan Perkantoran

PSBB Total
PSBB total disebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal banyak membatasi kegiatan perkantoran yang selama ini lebih banyak menjadi klaster penularan Covid-19.

“Yang paling banyak itu kan memang perkantoran, karena itu paling banyak akan mengatur di perkantoran,” ujar Anies usai melakukan rapat terkait pelaksanaan PSBB total, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2020) malam.

BACA JUGA:  Pasien Positif Covid-19 Capai Rekor Tertinggi, Terjadi Penambahan 4.176 Kasus

Anies mengatakan penularan virus corona di DKI Jakarta banyak terjadi di ruang-ruang privat dan semi privat. Ia mencontohkan warga memerhatikan penggunaan masker ketika berkumpul diluar ruangan dan tempat terbuka atau transportasi umum.

Namun, ketika sampai ke kantor, dalam rapat, mereka menjadi lalai. Pertama, tidak memperhatikan jumlah orang dalam ruangan. Kedua, tak semua menggunakan masker.

BACA JUGA:  Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

“Karena itu kita pelru sama2 mendisiplinkan antar kita sendiri supaya bisa mencegah penularan ini. Kalau yang di area umum masih mudah untuk ada penegakan tapi ketika masuk privat dan semi privat ya harus sama2 menjaga,” jelasnya.

Namun demikian, Anies menyebut PSBB total bakal tetap melonggarkan operasional beberapa sektor. Sebab, sektor-sektor ini dianggap tidak menjadi klaster penyebaran virus corona.

“Ada sektor-sektor yang masih bisa beroperasi dengan kapasitas terbatas, karena terbukti di sektor itu tidak ada kegiatan-kegiatan yang menjadi klaster khusus,” lanjutnya.

Meski demikian, Anies menegaskan PSBB total akan tetap mengetatkan semua kegiatan mobilitas warga. Semua sektor kegiatan menurutnya akan tetap dikenai kebijakan pengetatan.

BACA JUGA:  Anies Baswedan: Virus Ini Sangat Nyata Vaksin Covid-19 Saat Ini Adalah Masker

“Jadi saya garisbawahi, bukan pelarangan tapi ini adalah pengetatan, pembatasan. Jadi artinya tetap berkegiatan tapi ada batas-batasnya yang lebih ketat untuk memotong mata rantai.”

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menerapkan kembali PSBB mulai 14 September. Berbagai kegiatan atau aktivitas di area publik akan dibatasi.

BACA JUGA:  Covid-19 Makin Mengancam, Luhut Perintahkan Terawan Segera Blusukan

Rencana penerapan kembali PSBB diumumkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Rabu (9/10) lantaran terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta akan diumumkan pada pukul 13.00 WIB, Minggu (13/9).

loading...