EKONOMI

Ramayana Dept. Store Dihantam Covid-19 Gelombang PHK Mengancam

Ramayana
Ramayana Dept. Store kini makin terpuruk akibat terimbas wabah virus corana COVID-19, ratusan karyawan terancam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kini, 300 karyawan Ramayana Depok dirumahkan. Keputusan untuk merumahkan ratusan karyawan itu diambil perusahaan karena semakin tidak menentunya bisnis yang tertekan akibat corona.

“Jadi, karena virus ini kita sudah enggak ada harapan lagi. Akhirnya mungkin manajemen sudah memikirkan dengan matang karena sudah tidak mampu lagi menutup biaya,” ungkap Store Manager Ramayana Depok, Nukmal Amdar.

Nukmal menambahkan, saat ini manajemen Ramayana Dept. Store tengah berusaha memenuhi kewajiban pemberian pesangon kepada setiap karyawan yang terkena PHK.

"
"

“Proses pemanggilan karyawan untuk diberikan haknya semuanya sudah berjalan. Ada (uang kesejahteraan), kami akan bayarkan sesuai ketentuan undang-undang,” ujarnya.

Di tengah proses PHK yang berlangsung di Ramayana Depok, pergerakan saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) di pasar modal nampak terus menurun. Meski sempat menanjak hingga ke level tertinggi di Rp685 per saham, sejak pertengahan sesi pertama saham RALS mulai berbalik arah ke zona merah.

Dilansir dari RTI, saham RALS berakhir dengan koreksi -2,42% ke level Rp605 per saham pada penutupan sesi pertama, Selasa (7/04/2020). Bahkan, beberapa saat lalu saham RALS pamit dari level Rp600 dan terjun ke level terendah di angka Rp590 per saham.

Perlu diketahui, sepanjang Maret 2020, saham RALS bergerak dengan tren melemah dengan akumulasi koreksi mencapai -31,25%. Barulah pada akhir pekan lalu saham RALS dapat rebound, yakni pada Kamis (2/04/2020) sebesar 5,07% ke level Rp456 per saham dan Jumat (3/04/2020) sebesar 11,84% ke level Rp510 per saham.

Jika ditarik lebih jauh lagi, saham kompetitor PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ini terdiskon sebesar -43,19% secara year to date atau setara dengan -67,30% dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

BACA JUGA:  Achmad Yurianto: Tidak Ada Larangan ke Pasar Beli Baju Baru untuk Lebaran

Comments

comments

loading...