INTERNASIONAL

Sang Legendaris Country Kenny Rogers Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun

Foto: Tribone
Pernah menyimak lagu ‘Lady’ dari suara sang penyanyi country Kenny Rogers? Atau ‘She Believes In Me’? Kini lagu itu tak kan lagi bisa disimak langsung dari vocal sang legendaris. Pihak keluarga telah mengumumkan kepergian Kenny Rogers untuk selamanya, Jumat (20/3/2020).

Dilansir dari Variety, Rogers meninggal dunia di usia 81 tahun di kediamannya setelah mendapat perawatan di rumah sakit. “Meninggal dengan damai di rumah karena sebab-sebab alamiah di bawah perawatan rumah sakit dan dikelilingi oleh keluarganya,” ujar pihak keluarganya.

Karena situasi wabah corona saat ini pihak keluarga memutuskan untuk menggelar penghormatan terakhir terhadap jenazah Kenny Rogers secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat. Namun pihak keluarga nantinya akan menggelar acara yang terbuka untuk publik khususnya bagi para penggemar yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk idolanya itu.

Sang Legendaris Country Kenny Rogers Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun 1 6 14

Beberapa lagu lainnya yang menjadi hitsnya antara lain The Gambler, Islands In The Stream, Lucille, dan Through The Years. Rogers juga sempat tergabung dalam grup musik Kenny Rogers and The First Edition (1967 – 1975) dan The New Christy Minstrels (1966).

Rogers juga beberapa kali mendapatkan penghargaan seperti CMA Awards enam kali, pemenang Grammy Award tiga kali, penerima CMA Willie Nelson Lifetime Achievement Award pada 2013 dan CMT Artist of a Lifetime Award pada 2015.

Dikutip dari Wikipedia, karier penyanyi profesional dimulai pertengahan 1950-an dengan rekaman bersama grup doo-wop bernama The Scholars yang sukses dengan lagu “Poor Little Doggie”. Rogers bukan vokalis utama. Setelah menghasilkan dua singel mereka bubar karena pemimpin The Scholars ingin berkarier solo.

Sang Legendaris Country Kenny Rogers Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun 2 7 a 10

Kenneth Rogers adalah nama yang digunakannya waktu itu sewaktu merilis singel sendiri, “That Crazy Feeling” (1958). Setelah penjualan mulai menurun, ia bergabung dengan grup jazz The Bobby Doyle Trio yang laris bermain di klub-klub. Mereka memiliki banyak penggemar dan dikontrak oleh Columbia Records.

Setelah The Bobby Doyle Trio bubar pada tahun 1965, singel berirama jazz-rock yang direkamnya di Mercury Records, “Here’s That Rainy Day” ternyata gagal. Rogers juga bekerja sebagai produser, penulis lagu, dan musisi studio untuk artis-artis lain, termasuk artis musik country Mickey Gilley dan Eddy Arnold. Pada 1966, ia bergabung dengan sebagai vokalis New Christy Minstrels merangkap pemain kontrabass.

Setelah merasa grup New Christy Minstrels tidak menjanjikan kesuksesan, Rogers dan anggota-anggota lain seperti Mike Settle, Terry Williams, dan Thelma Camacho keluar. Mereka membentuk grup The First Edition pada tahun 1967 (nantinya disebut Kenny Rogers and The First Edition). The First Edition menghasilkan serangkaian lagu hit di tangga lagu musik pop dan country, di antaranya: “Somethings Burning”, “Ruby, Don’t Take Your Love To Town”, “Reuben James”, dan “Just Dropped In (To See What Condition My Condition Was In)”. Rogers era First Edition dikenal dengan penampilan mirip hippie, rambut panjang berwarna coklat, memakai anting-anting, dan kacamata berwarna merah jambu.

BACA JUGA:  Amerika Serikat Tidak Siap Hadapi Serangan Covid-19 Prediksi China Terbukti

Setelah hampir satu dekade bersama The First Edition bubar, Rogers meluncurkan karier solo. Lagu-lagunya tergolong pop (tepatnya disebut middle of the road) yang bisa diterima penggemar musik pop dan country. Lagu Kenny Rogers dipakai dalam sejumlah film laris, misalnya: Convoy, Urban Cowboy, dan The Big Lebowski.

Sang Legendaris Country Kenny Rogers Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun 3 7 b 5

Setelah keluar dari First Edition pada tahun 1976, Rogers dikontrak oleh United Artists. Walaupun produser Larry Butler tidak meragukan lagi kemampuan Rogers, Butler diperingatkan oleh rekan-rekannya bahwa Rogers sudah tidak sepopuler dulu. Keputusan Butler ternyata tidak salah, dan kerja sama mereka awet selama 4 tahun.

Album pertama dengan United Artists adalah Love Lifted Me yang laris dan menghasilkan dua singel: “Love Lifted Me” dan “While The Feeling’s Good”. Lagu “Runaway Girl” dipakai dalam film Trackdown. Masih pada tahun 1976, Rogers mengeluarkan album kedua yang diberi nama Kenny Rogers. Album tersebut menghasilkan singel hit “Laura (What’s He Got That I Ain’t Got)”.

Rogers melesat ke puncak kepopuleran pada tahun 1977 berkat singel “Lucille” yang menduduki urutan nomor satu di 12 negara dan terjual lebih dari 5 juta keping. Kepopuleran “Lucille” mengangkat album Kenny Rogers ke urutan nomor satu Tangga Album Country Billboard.

Selanjutnya karier Rogers berjalan mulus, album The Gambler laku berjuta-juta keping dan singel “Coward of the County” dari album Kenny menduduki urutan nomor satu di berbagai negara di dunia. Kerja sama Rogers dan Butler berakhir pada tahun 1980, walaupun keduanya kadang-kadang masih berkolaborasi seperti untuk album I Prefer The Moonlight (1987) dan If Only My Heart Had A Voice (1993).

Pada akhir 1970-an, Rogers bekerja sama dengan penyanyi country Dottie West yang juga seorang sahabat baiknya. Bersama Dottie, Rogers membuat serangkaian album. Duet Kenny Rogers-Dottie West menghasilkan tiga album hit dan mengadakan konser di stadion-stadion yang selalu dipadati penonton.

BACA JUGA:  20.000 Jemaah Tabligh di Karantina di Lahore

Lagu duet mereka, “Every Time Two Fools Collide”, “Anyone Who Isn’t Me Tonight” dan “What Are We Doin’ In Love” sudah dianggap lagu country standar. Dalam wawancara tahun 1995 dengan TNN, Rogers mengenang masa-masa bersama Dottie West, “Dia, lebih baik daripada siapa pun yang pernah bekerja sama denganku; menyanyi dengan penuh perasaan hingga Anda benar-benar percaya dengan apa yang dinyanyikannya.

” Rogers menemani West di saat-saat terakhirnya sebelum West meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada tahun 1991. Dalam film biografi Dottie West “Big Dreams and Broken Hearts: The Dottie West Story” produksi CBS tahun 1995, Rogers dipasangkan dengan Michele Lee.

Duet bersama Kim Carnes pada tahun 1980, “Don’t Fall in Love with a Dreamer” menjadi hit besar. Masih pada tahun 1980, Rogers bekerja sama dengan Lionel Richie. Lagu “Lady” yang diciptakan dan diproduksi Lionel Richie sukses sebagai lagu Kenny Rogers yang paling dikenal penggemar.

Richie juga menulis dan memproduksi album Rogers yang dirilis tahun 1981, Share Your Love yang merajai tangga lagu dengan lagu-lagu hit seperti “I Don’t Need You”, “Through The Years”, dan “Share Your Love with Me”.

Selanjutnya Rogers merilis album Love Will Turn You Around pada tahun 1982. Album tersebut menghasilkan lagu “Love Will Turn You Around” yang menduduki urutan 13 tangga lagu Billboard Hot 100 dan urutan nomor satu tangga lagu country dan kontemporer dewasa. Pada tahun 1983, kerja sama Rogers dengan produser David Foster menghasilkan lagu hit “We’ve Got Tonight” (daur ulang lagu milik Bob Seger) yang dibawakan berduet dengan Sheena Easton.

Rogers berkolaborasi dengan Bee Gees untuk merekam dan memproduksi album laris Eyes That See in the Dark (1983). Album tersebut menampilkan lagu berjudul sama dengan judul album, dan duet dengan Dolly Parton, “Islands in the Stream” yang kembali menjadi hit besar. Kerja sama dengan Bee Gees hanya bertahan satu album saja, namun hal itu sudah dapat diduga sebelumnya. Rogers mulanya hanya meminta Barry Gibb untuk mengerjakan sebuah lagu, tapi Barry bersikeras untuk mengerjakan album secara lengkap.

Di Amerika Serikat, singel “Islands in the Stream” dari album Eyes That See in the Dark langsung melesat ke urutan nomor satu Billboard Hot 100. Lagu “Islands in the Stream” adalah lagu country terakhir yang pernah menduduki urutan nomor satu Billboard Hot 100 hingga prestasinya disaingi oleh “Amazed” oleh Lonestar.

BACA JUGA:  Pedangdut Bebizie Ternyata Mantan Kekasih Kompol Fahrul Sudiana

Di Britania, RCA bersikeras merilis singel lain, Eyes That See in the Dark dan bukan “Islands in the Stream”. Sebagai akibatnya, lagu tersebut hanya sampai di urutan 61, walaupun masih bertahan di urutan 100 teratas selama beberapa minggu.

Ketika dirilis di Amerika Serikat, Eyes That See in the Dark justru lebih sukses, sampai di peringkat atas tangga lagu Kontemporer Dewasa dan sampai di urutan 30 teratas tangga lagu country. Setelah dirilis di Britania Raya, “Islands in the Stream” sampai di urutan ke-7 tangga lagu. Albumnya sendiri laku berjuta-juta keping dan sampai di urutan nomor satu di tangga lagu country di Amerika Serikat dan Britania. Masih dari album yang sama dikeluarkan tiga buah singel lagi: “Buried Treasure,” “This Woman”, dan “Evening Star”/”Midsummer Nights”.

Dari album berikutnya What About Me?, kolaborasi Rogers dengan James Ingram dan Kim Carnes menghasilkan lagu hit “What About Me?”. Walaupun tidak sampai di urutan nomor satu, singel “Crazy” sampai peringkat atas tangga lagu country. Pada 1985, David Foster kembali bekerja sama dengan Rogers untuk album The Heart of the Matter. Kali ini Foster bertindak bukan sebagai produser melainkan sebagai musisi latar, sementara produsernya adalah George Martin. Album ini juga sukses, sampai di peringkat nomor 1 tangga album, dan singel “The Heart of the Matter” masuk urutan 10 teratas.

Kenny Rogers terus menghasilkan lagu-lagu yang menduduki tangga lagu country secara teratur, di antaranya: “Twenty Years Ago”, “Morning Desire”, dan “Tomb of the Unknown Love”. Pada 28 Januari 1985, Rogers ikut serta dalam kelompok 45 artis yang menamakan diri mereka USA for Africa. Keuntungan dari lagu “We Are the World” yang mereka nyanyikan disumbangkan untuk penganggulangan kelaparan di Afrika. Pada tahun berikutnya, Rogers menggelar konser besar di Stadion Giants, New Jersey.

Pada Januari 1987, Kenny Rogers menjadi salah seorang pembawa acara American Music Awards di Shrine Auditorium, Los Angeles. Dari 1988 hingga 1990, Kenny Rogers telah mencapai puncak kepopuleran, sementara bermunculan artis-artis baru musik country seperti Garth Brooks and Alan Jackson yang makin populer. Rogers masih merilis album-album baru dan masih bisa menduduki peringkat 20 teratas, walaupun bukan urutan nomor satu.

Comments

comments

loading...