Beranda POLITIK SBY Minta Kader Demokrat Tetap Bejuang Menolak UU Cipta Kerja

SBY Minta Kader Demokrat Tetap Bejuang Menolak UU Cipta Kerja

SBY
Mantan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirim pesan kepada para kader Demokrat terkait omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Sebelumnya, Fraksi Demokrat dalam rapat paripurna DPR pada 5 Oktober lalu telah menolak pengesahan UU Ciptaker. Setelah para kadernya mencoba menyuarakan suara di rapat tersebut, Fraksi Demokrat memutuskan keluar alias walk out.

“Meskipun kita kalah dalam memperjuangkan hadirnya undang-undang yang lebih baik dan mendapatkan dukungan rakyat yang lebih luas, saya harap para kader Demokrat tidak patah dan tidak menyerah,” ujar SBY dalam pesannya dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (25/10).

BACA JUGA:  Konsumsi Narkoba, Anggota DPRD di Sumut Ditangkap

SBY juga menekankan apa yang telah dilakukan Fraksi Demokrat adalah wujud dari tugas dan pertanggungjawaban konstitusional di parlemen. Ia meminta para kader tak putus asa meskipun rapat paripurna kala itu memutuskan menerima omnibus law ciptaker jadi undang-undang.

“Kalah itu biasa dalam sebuah perjuangan. Seringkali pula, kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda. Teruslah secara gigih memperjuangkan kepentingan rakyat, dengan cara-cara yang baik dan tepat, serta sesuai dengan konstitusi. Selamat berjuang, insya Allah Tuhan akan membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semua,” ujar SBY.

Para kader berharap pesan dari SBY itu bisa memotivasi dan menginspirasi semangat kader Demokrat dalam melanjutkan perjuangan.

Setelah SBY turun tahta pada Maret lalu, kepemimpinan Demokrat kini dipegang putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

BACA JUGA:  469 Petugas KPPS di Padang Reaktif Covid-19, KPU: Apabila Positif Tidak Diganti

Pada 5 Oktober lalu, setelah rapat paripurna di parlemen selesai, AHY dalam keterangan tertulisnya menyatakan meminta maaf tak dapat membendung pengesahan omnibus law Ciptaker.

AHY berkata partainya tak memiliki cukup suara untuk menjegal produk legislasi tersebut. Meskipun demikian, kata dia, Demokrat harus berkoalisi dengan kaum buruh dan pekerja yang paling terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi dalam menyikapi RUU Ciptaker.

“No one is left behind. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Tuhan bersama kita,” kata AHY.

DPR bersama pemerintah mengesahkan RUU Cipta Kerja di tengah penolakan elemen buruh, aktivis lingkungan dan HAM. Dalam rapat paripurna DPR hanya dua fraksi yang menolak pengesahan RUU Cipta Kerja, yakni Fraksi Demokrat dan PKS. Selebihnya, enam fraksi lain menyetujui RUU tersebut.

BACA JUGA:  Terbongkar! Ternyata Sewa Posko Mahyeldi-Audy Dibayarkan oleh Oknum Pejabat Pemko Padang

Naskah omnibus law Ciptaker itu sendiri saat ini telah berada di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). DPR menyerahkannya pada 14 Oktober lalu untuk ditandatangani lalu dimasukkan ke dalam lembar negara guna diperundangkan.

Di satu sisi, gelombang aksi penolakan UU Ciptaker masih terus terjadi di sejumlah kota di Indonesia sejak 5 Oktober lalu. Selain itu, keberadaan naskah Ciptaker juga masih membingungkan sejumlah pihak karena jumlah halaman yang berubah-ubah pascarapat paripurna DPR pad 5 Oktober lalu.

CNN

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?