INTERNASIONAL

Serma Rama Wahyudi, Anggota Pasukan PBB asal Riau Ini Tewas Dibunuh Milisi Kongo

Serma Rama Wahyudi
Serma Rama Wahyudi, anggota Pasukan Perdamaian PBB asal Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia ini tewas dibunuh milisi Kongo, sedangkan rekannya terluka.

Peristiwa yang terjadi Senin (22/6/2020) itu Ketika Serma Rama Wahyudi yang tengah berpatroli bersama rekannya diserang milisi di sekitar 20 kilometer dari kota Beni di provinsi Kivu Utara, Kongo.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan peristiwa itu dan menyampaikan duka atas tewasnya Serma Rama Wahyudi dalam menjalankan tugasnya menjaga perdamaian di Kongo.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaina dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan,” tulis Menlu Retno melalui Twitter.

BACA JUGA:  Amazon Revisi Kebijakan Karyawan Hapus TikTok

Menurut Retno, Dewan Keamana PBB telah mengutuk keras serangan kepada pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo atau MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan.

Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh ADF yakni pasukan Sekutu Demokrat, sebuah kelompok bersenjata terkenal di timur negara tersebut.

Terungkap dari catatan PBB, kelompok tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober lalu, Ketika tentara Kongo melancarkan serangan terhadap milisi ini.

BACA JUGA:  FBI: China Adalah Ancaman Terbesar Bagi AS

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Serma Rama Wahyudi meninggalkan seorang istri dan tiga anak masih kecil di desa kelahirannya di Kabupaten Kampar, Riau.

Namun, sebelum menghembuskan napas terakhir, Serma Rama sempat melepas rindu dengan istri dan ketiga anaknya melalui video call.

“Terakhir kontak kakak saya almarhum itu hari Minggu jam 9 malam. Mereka melakukan video call. Kemudian almarhum mengatakan nanti akan menghubungi kembali karena harus mengambil air karena saat ini krisis air di Kongo,” ujar Arfan Nur Fahri, adik ipar almarhum di Kampar, dilansir dari tempo, Rabu, 24 Juni 2020.

BACA JUGA:  Presiden Bolivia Jeanine Anez Chavez Positif Covid-19

Mengenal Serma Rama Wahyudi

Pria kelahiran Dolok Sinubah 1983 ini bertugas di Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 yang bermarkas di Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru, Riau.

Serma Rama Wahyudi

Komandan Denpal 1/4 Pekanbaru Letkol CPL Joto Wirotono Marpaung menyebutkan, Wayudi bertugas dibagian Bengkel Lapangan yang menangani kendaraan tempur.

“Dia adalah mekanik handal kami. Ahli dibagian kendaraan tempur seperti tank dan lainnya, termasuk juga senjata,” sebut Joto dikutip dari Kompas.com di Pekanbaru, Rabu (24/6/2020).

BACA JUGA:  Elon Musk Klaim Chip Buatannya Obati Kecanduan dan Depresi

Dia menganggap sejauh ini Wahyudi sebagai prajurit terbaik di Denpal. Selain berprestasi, almarhum juga dikenal sosok yang rajin dan pekeja keras.

Selain itu, Wahyudi juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan loyalitas tinggi baik terhadap sesama prajurit maupun komandan.

“Dia kerja tak kenal waktu. Apapun tugas yang diberikan tidak ada yang tak diselesaikannya. Makanya kami merasa sangat kehilangan,” ujar Joto.

BACA JUGA:  Ilmuwan Sarankan Astronot Kunjungi Venus Sebelum ke Mars

Joto juga menyebutkan, almarhum Wahyudi meninggalkan istri bernama Anita (36) dan tiga orang anak, satu laki-dan dua perempuan.

Mereka berdomisili di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

“Anak almarhum yang paling besar kelas dua SD, yang kedua TK dan yang paling kecil usianya baru empat tahun,” ungkap Joto.

 

loading...