Beranda NASIONAL Setelah 20 Tahun Dilarang Masuk AS, Prabowo Langsung Bahas Ketegangan di Laut...

Setelah 20 Tahun Dilarang Masuk AS, Prabowo Langsung Bahas Ketegangan di Laut China

Prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di Amerika Serikat setelah 20 tahun dilarang masuk negara tersebut.

Prabowo berkunjung ke Amerika sejak 15 Oktober lalu atas undangan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper. Ketua Umum Gerindra itu akan berada di Negeri Paman Sam selama empat hari.

BACA JUGA:  Ngabalin Berharap Agar Polri Tangkap Refly Harun

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Meutya Hafid mengaku dihubungi oleh mitranya di Kementerian Pertahanan ihwal kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.

Meutya mengatakan ia diberitahu Prabowo akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, US Army, dan US Air Force.

Prabowo

BACA JUGA:  Kota Padang Jadi Daerah Tertinggi Aktif Covid-19 di Indonesia

“Dubes kita di AS juga sudah melaporkan kepada kami mengenai kedatangan Pak Prabowo di sana dan apa yang kira-kira menjadi suasana kebatinan antara Indonesia dan AS dalam hal kerja sama pertahanan,” ujar Meutya, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Meutya mengatakan Komisi I mendukung kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat. Dia berujar, selain potensi peningkatan kerja sama, peningkatan ketegangan juga mungkin terjadi di masa pandemi Covid-19 ini. Maka, Meutya menilai penting bagi negara-negara untuk berkomunikasi demi mencari titik temu.

BACA JUGA:  Najwa Shihab Kembali Disorot, Bongkar Pelaku Pembakaran Halte Sarinah

“Yang pasti tentang ketegangan di Laut Cina Selatan juga menjadi salah satu dari sekian banyak topik yang akan dibahas,” ujar Meutya.

Meutya tak menampik dalam kunjungan Prabowo ada pembicaraan ihwal jet tempur F-35. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu memang disebut-sebut sedang membidik alutsista tersebut.

Prabowo

BACA JUGA:  Inilah Hasil Akhir Seleksi CPNS BNPB Tahun Anggaran 2019, Selengkapnya Baca Di Sini

“Kalau jet tempur saya yakin pasti ada, tapi itu hanya sebagian kecil dari pembicaraan yang lebih luas lagi,” ujar politikus Golkar ini.

Prabowo sebelumnya dilarang masuk ke negara tersebut lantaran dianggap terlibat dalam penculikan dan penghilangan aktivis. Amnesty International dan pegiat HAM mengecam keputusan Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan visa untuk Prabowo.

BACA JUGA:  Hasil Seleksi CPNS Formasi 2019 Diumumkan Besok

Kabar keberangkatan Prabowo ke Amerika Serikat tidak hanya menyita perhatian media dalam negeri, melainkan juga menjadi sorotan media asing. Media asal Amerika, The New York Times menyoroti terkait rencana Prabowo ke Pentagon Kamis (15/10) ini.

Artikel tersebut ditulis dengan judul ‘Indonesian Defence Chief, Accuse of Right Abuses, Will Visit Pentagon’.

“Prabowo, mantan menantu diktator Suharto, yang meninggal pada tahun 2008, dan mantan komandan pasukan khusus Indonesia yang ditakuti, disalahkan atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan yang dipimpinnya. Di bawah Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama, dia dilarang mengunjungi Amerika Serikat,” tulis artikel tersebut dilansir dari The New York Times, Kamis (15/10).

BACA JUGA:  Menkes Terawan Diisukan Positif COVID-19

“Tapi sekarang, Prabowo adalah menteri pertahanan Indonesia dan larangan itu telah dicabut. Atas undangan Menteri Pertahanan Mark T. Esper, Prabowo tiba di Washington minggu ini dan diharapkan bertemu dengan pejabat tinggi di Pentagon pada hari Kamis,” bunyi artikel tersebut

Kantor berita Reuters juga memberitakan rencana Prabowo terbang ke Amerika Serikat. Reuters menulisnya dengan judul ‘Pentagon Siap Menyambut Menteri Indonesia yang Pernah Dilarang Terkait Kasus Pelanggaran HAM’.

loading...