EKONOMI

Sri Mulyani: Pilih Ekonomi atau Kesehatan?

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan mengenai skenario new normal, mana yang lebih didahulukan antara kesehatan dan ekonomi?

Melalui Instagramnya @smindrawati, Minggu (31/5/2020), Sri Mulyani mengungkapkan keduanya adalah hal penting.

“Bagi saya, keduanya sama pentingnya dan harus berjalan bersama. Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga buru-buru dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah tidak benar,” ujar Sri Mulyani dikutip dari detikcom.

View this post on Instagram

Manakah yang lebih harus didahulukan, kesehatan atau ekonomi? . Bagi Saya, keduanya sama pentingnya dan harus berjalan bersama. Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga buru-buru dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah tidak benar. . Di dalam dialog bersama Tim Redaksi Kompas, Jumat malam 29 Mei 2020, Saya menjelaskan usaha Pemerintah menjaga keseimbangan keduanya. . Sejak bulan Maret 2020, melalui PSBB Pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merelokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung. Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa. . Percepatan juga terlihat dari jumlah laboratorium penanganan COVID-19 yang bertambah signifikan mulai dari hanya satu laboratorium di bulan Maret, hingga kini telah berjumlah lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR). . Pemerintah mengikuti standar WHO dalam melakukan pelonggaran PSBB yaitu jika angka Rt (Reproduksi Efektif) di bawah 1 selama 14 hari, maka dapat dilakukan pelonggaran PSBB. Berdasarkan zonasi, terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau (daerah yang terkena COVID-19 sangat sedikit, Rt 0, atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan) sehingga tidak mestinya diatur sebagaimana zona merah. . Dengan mitigasi risiko agar tidak terjadi serangan gelombang kedua, maka Pemerintah harus menyiapkan protokol normal baru ( new normal). Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan di tempat industri, mal, serta tempat publik lainnya. Saat ini masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik. . Saya mengajak netizen semua untuk jangan pernah berkompromi terhadap urusan kesehatan. Ayo jaga kesehatan kita dan orang-orang yang kita sayangi dengan terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan! . #BersatuMelawanCorona #APBNKita #DisiplinProtokolKesehatan

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Sri Mulyani menjelaskan, sejak Maret 2020, melalui PSBB pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merelokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung.

Langkah-langkah pencegahan secara masif kata Sri Mulyani telah dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

Percepatan penanganan kesehatan juga tampak dari jumlah laboratorium penanganan COVID-19 yang bertambah signifikan. Mulai dari satu laboratorium di bulan Maret, kini telah berjumlah lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

BACA JUGA:  IIMS Motobike Show 2020 Akan Tawarkan Berbagai Program Inovatif

“Pemerintah mengikuti standar WHO dalam melakukan pelonggaran PSBB yaitu jika angka Rt (Reproduksi Efektif) di bawah 1 selama 14 hari, maka dapat dilakukan pelonggaran PSBB,” ujarnya.

“Berdasarkan zonasi, terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau (daerah yang terkena COVID-19 sangat sedikit, Rt 0, atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan) sehingga tidak mestinya diatur sebagaimana zona merah,” ujarnya.

Dengan mitigasi risiko kata Sri Mulyani agar tidak terjadi serangan gelombang kedua maka pemerintah menyiapkan protokol new normal.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Izinkan Reklamasi, Sandi Kecewa

“Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan di tempat industri, mal, serta tempat publik lainnya. Saat ini masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak berkompromi terhadap protokol kesehatan. Sri Mulyani meminta agar masyarakat disiplin dalam menjaga kesehatan.

“Ayo disiplin jaga kesehatanmu dan orang-orang yang disayangi dengan terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Izinkan Reklamasi, Sandi Kecewa
loading...