Home Indeks Top Sumbar Berduka, Fahmi Idris Meninggal Dunia

Sumbar Berduka, Fahmi Idris Meninggal Dunia

Fahmi Idris
Sumbar berduka, salah satu tokoh Minangkabau, Fahmi Idris meninggal dunia pukul 10.00 WIB di ICU RS Medistra Jakarta.

Kabar meninggalnya mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini disampaikan putri almarhum Fahmi Idris, Fahira Idris, melalui akun Instagramnya, Ahad (22 Mei) pagi.

Jenazahnya akan disemayamkan di Rumah Duka di Jalan Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

“Mohon dimaafkan Ayah Fahmi Idris jika selama hidup memiliki salah dan khilaf,” kata Fahira Idris.

Dikutip dari Wikipedia, Fahmi merupakan putra dari pasangan perantau Minangkabau. Ayahnya Haji Idris Marah Bagindo, merupakan seorang pedagang yang mendidik anak-anaknya untuk taat beragama dan disiplin.

Fahmi yang menghabiskan masa kecilnya di Kenari, Jakarta Pusat, terkenal bengal dan suka berkelahi. Ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1969.

Di kampus tersebut, Fahmi dikenal sebagai aktivis yang ulet dan cekatan. Beberapa jabatan kemahasiswaan sempat ia sandang, antara lain sebagai pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam, Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966), dan Ketua Laskar Ampera Arief Rachman Hakim (1966-1968).

Pada tahun 1984, Fahmi Idris bergabung dengan Partai Golkar. Ia langsung ikut berkampanye bersama Ali Moertopo dan Abdul Latief di Sumatra Barat. Pada tahun 1998-2004, ia menjabat sebagai Ketua DPP Golkar di Jakarta.

Ia kemudian dilantik sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam tahun yang sama. Pada tahun 2004, ia sempat dipecat dari keanggotaan Golkar, karena menentang hasil Rapat Pimpinan Partai yang mendukung Megawati-Hasyim Muzadi sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Ketika itu, Fahmi malah mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Setelah pasangan ini terpilih, Fahmi kembali ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja, sebelum akhirnya di kocok ulang menjadi Menteri Perindustrian.

Namanya direhabilitasi, dan ketua umum Jusuf Kalla menariknya kembali masuk partai. Selain duduk di berbagai macam jabatan profesi dan bisnis, kini ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasehat Partai Golkar.

 

Iklan 7
Iklan 7
Exit mobile version