PERISTIWA

Takbir Keliling Warga Surabaya Langgar Himbauan Tri Rismaharini

Takbir Keliling
Takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah dilakukan oleh Sebagian masyarakat Surabaya. Sekalipun Wali Kota Tri Rismaharini telah mengimbau kepada seluruh masyarakat Surabaya agar tidak melaksanakannya, namun hal tersebut telah dilanggar oleh warga.

Sejumlah warga Surabaya tetap menggelar takbir keliling di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Salah satunya seperti yang terjadi di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto.

Ratusan orang berkerumun jalan kaki sambil membawa obor dan mengumandangkan kalimat takbir. Beduk yang mereka bawa ikut dipukul bertalu-talu. Mereka semua seolah tidak mempedulikan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran physical distancing.

Dikutip dari CNNIndonesia, salah satu warga yang bernama Muhibbin mengungkapkan alasannya bersama dengan warga lain yang nekat melakukan takbir keliling. Ia mengaku sedang merayakan hari kemenangan di malam Lebaran ini. Secara blak-blakan, Muhibbin menyatakan jika dirinya bersama warga yang lain tidak takut menggelar takbir keliling meski Surabaya sedang dilanda wabah corona.

”Kami merayakan hari kemenangan umat Islam. Yang penting yakin saja, Allah sudah menjaga kami,” ujar Muhibbin, Sabtu (23/5) malam.

Muhibbin bersama ratusan orang lain mengumandangkan takbir sembari berkeliling ke sejumlah jalan di sekitar kelurahan mereka. Salah satunya adalah Jalan Pegirian.

Warga yang mengikuti takbir keliling ini bahkan tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Mereka terlihat tidak menjaga jarak, bergerombol, dan juga tidak mengenakan masker.

Muhibbin sendiri mengaku tidak bisa menyalahkan semangat warga dalam menyambut Idul Fitri. Ia juga mengatakan sudah mengetahui anjuran pemerintah yang melarang warga melakukan takbir keliling di malam Lebaran, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa melihat banyaknya warga yang ingin melakukan aksi ini.

”Ya enggak tahu, ini animo masyarakat. Mestinya sih gak boleh mas (tidak boleh takbir keliling di tengah pandemi). Tapi ini masyarakat yang mau,” ungkap Muhibbin.

Situasi tersebut tentunya cukup memprihatinkan. Terlebih, saat ini provinsi Jawa Timur berada di peringkat kedua sebagai pusat penyebaran virus corona terbesar di Indonesia. Kota Surabaya menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di provinsi Jawa Timur saat ini.

Dilansir dari laman infocovid19.jatimprov.go.id hingga Sabtu (23/5), telah ada 3.258 kasus corona di Jatim. Surabaya menjadi penyumbang kasus terbanyak dimana sebanyak 1.617 orang dinyatakan terinfeksi COVID-19.

loading...