Beranda DAERAH Terpapar Covid-19, Kepala Puskesmas di Sumbar Meninggal Dunia

Terpapar Covid-19, Kepala Puskesmas di Sumbar Meninggal Dunia

covid-19
Kabar duka datang dari Kota Padang yaitu Kepala Puskesmas Air Tawar Kota Padang, Sumatera Barat Primayanti (52 tahun) meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 .

Almarhumah dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 1 Agustus 2021 pukul 23.53 WIB bertempat di RSUP M Djamil Padang.Berdasarkan informasi yang diterima salah satu media, jenazah dikabarkan akan dimakamkan di Dobok Sinjolai, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar pada Senin, 2 Agustus 2021 pagi ini.

Kepala Laboratorim Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dr Andani Eka Putra, turut berduka serta mendoakan atas meninggalnya salah satu tenaga kesehatan.

“Selamat jalan Buk Kapus (Air Tawar), selamat jalan kawan-kawan nakes yang lain, semoga Allah menempatkan kalian di sisi-Nya,” kata Andani.

Menurutnya, gugurnya para tenaga kesehatan merupakan akibat dari Covid-19 di daerah ini.

“Namun saat ini semuanya berubah. Minggu ini positivity rate masih di atas 30%, jumlah kasus minggu lalu hampir selalu di atas 1.000 per harinya dan kepatuhan masyarakat sangat rendah,” ungkapnya.

Andani menegaskan, untuk terkhusus para pemimpin di daerah ini memberikan contoh, mendorong serta menerbitkan regulasi agar protokol kesehatan (prokes) COVID-19 dijalankan.

“Silakan berdagang asal prokes, silakan buka wisata asal prokes, silakan ke pasar asal prokes. Asal semua prokes, silakan. Tapi yang terlihat hingga saat ini tidak seperti itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yang jelas, rumah sakit, laboratorium dan nakes adalah korban dari kekacauan ini,” ungkapnya sedih.

Serta juga menertibkan dengan tegas pelanggar-pelanggar yang terjadi.

“Tutup restoran yang tidak prokes, buka yang prokes. Tutup pasar yang tidak prokes, buka yang prokes. Jangan kasih dana desa untuk nagari yang tidak prokes, kasih yang prokes. Tangkap yang tidak prokes. Buat regulasi tegas. Jangan kebijakan setengah-setengah. Harus tegas untuk keselamatan masyarakat,” ujar Andani.(Kay)

Artikel sebelumyaEvi Yandri: Penggembokan Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok Bukti Tindakkan Orogansi Pemkab
Artikel berikutnyaAngin Puting Beliung Rusak 9 Rumah di Padang Pariaman