Beranda HUKUM Terungkap Prostitusi Online di Manado 8 Mucikari Ditangkap, Ada yang Jual Pacarnya

Terungkap Prostitusi Online di Manado 8 Mucikari Ditangkap, Ada yang Jual Pacarnya

Prostitusi Online
Illustrasi
Prostitusi online di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kian marak, warga masyarakat pun dibuatnya resah.

Keresahan masyarakat terkait prostitusi online ini langsung direspon oleh Tim Khusus Maleo Polda dengan menangkap lagi 12 pelaku praktik prostitusi online, Minggu (03/05/2020) dini hari.

Ke-12 pelaku praktik prostitusi online tersebut terdiri atas empat perempuan dan delapan laki-laki sebagai mucikari. Para perempuan tersebut yakni MA (16), TA (21), KP (17) dan JU (16). Sementara para mucikari yakni RB (23), RL (26), FK (20), MN (21), AK (20), GR (19), JT (34), AT (25).

Prostitusi Online

“Penangkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan adanya prostitusi online memakai aplikasi telepon selular,” ujar Katimsus Maleo, Kompol Prelly Tampanguma.

Masyarakat mencurigai salah satu hotel yang ada di Maumbi dijadikan lokasi prostitusi. Timsus Maleo langsung menuju TKP dan menangkap pelaku..

Para muncikari menawarkan prostitusi online lewat aplikasi chatting. “Ada yang 15 tahun, ada cowok menjual pacarnya. Sekali-kali jadi pacar, sekali-kali tidak jadi pacar. Makanya miris, ini perusakan generasi muda. Kalau tidak ada tindakan ini, bisa-bisa tidak hanya di kota, nanti terjadi di lingkungan rumah,” ujar Frelly.

Dia mengatakan ada korban pelacuran yang sudah beberapa kali diamankan petugas. Namun mirisnya, mereka kembali terjun ke dunia pelacuran. Polisi berharap orang tua ikut berperan untuk mengawasi aktivitas anaknya.

Prostitusi Online

“Cuma ada yang ironis sekali, rata-rata orang tua tidak keberatan padahal anaknya dijual. Sering terjadi, anak yang ditangkap dikembalikan ke orang tua, malamnya lari lagi dia. Dicari lagi tempat lain. Orang tuanya lebih suka tidak diproses, mungkin malu,” ucapnya.

Sementara bagi muncikari akan dijerat pasal berlapis untuk menimbulkan efek jera. Kasus prostitusi online ini sudah meresahkan warga yang kemudian menyampaikan aspirasi kepada Tim Maleo lewat akun media sosial yang tersedia.

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

“Sudah banyak (yang pernah ditangkap), di Polres Tomohon ada, di Polresta (Manado) ada, di Polda ada. Kita kenakan prostitusi online yang dikaitkan dengan UU ITE agar hukumannya lebih berat,” tegasnya.

loading...