Beranda HUKUM Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Sunda Empire
Tiga petinggi Sunda Empire dituntut oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat 4 tahun penjara. Mereka adalah Nasri Banks sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai ratu, dan Raden Rangga Sasana sebagai sekretaris jenderal.

Para petinggi Sunda Empire ini disebut oleh Jaksa Kejati Jawa Barat, Suharja, bahwa mereka telah memicu berita bohong yang bisa merusak keharmonisan masyarakat Sunda.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara masing-masing empat tahun penjara. Akibat perbuatannya telah menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat Sunda,” ujar Suharja di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Selasa, (22/9/2020).

BACA JUGA:  Pecatan Anggota Brimob Tembak Polisi di Medan

Jaksa juga menyebut narasi tentang kekaisaran Sunda Empire itu merupakan berita bohong. Apalagi, kata Suharja, tidak ada sumber sejarah yang mencatat eksistensi kekaisaran fiktif itu.

Kuasa hukum ketiga terdakwa menyatakan bakal menyampaikan pembelaannya dalam persidangan selanjutnya.

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

Sebelumnya, keberadaan Sunda Empire dilihat di media sosial Youtube. Mereka kerap mengunggah aktivitasnya dengan akun “Sunda Empire”. Salah satunya adalah video yang memperlihatkan anggota Sunda Empire yang diduga di halaman kampus UPI Bandung. Para anggota Sunda Empire itu tampak mengenakan seragam dan topi baret.

“Asal mereka datang ke Bandung, mendaftarkan diri pada sistem imperium dunia, namanya Kekaisaran Sunda, Kekaisaran Matahari,” ujar salah seorang orator dalam acara tersebut.

Sunda Empire

Dalam video tersebut, mereka percaya masa pemerintahan dunia saat ini akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Sunda Empire disebut lahir untuk menyambut Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. “Kejayaan itu dikendalikan di Bandung sebagai Mercusuar,” itulah penjelasan soal Sunda Empire di akun Facebook Renny Khairani Miller yang juga viral di WhatsApp group.

Kepala Seksi Hubungan Eksternal Kelembagaan UPI, Yana Setiawan, membenarkan Sunda Empire pernah mengadakan kegiatan di kampusnya pada 2017. Namun, ia memastikan, tidak ada civitas akademia yang terlibat dalam kelompok tersebut.

Yana mengatakan, panitia penyelenggara kegiatan juga meminta izin untuk menggunakan Balai Pertemuan UPI untuk kegiatan reuni dan halalbihalal. Namun, saat itu, mereka mengatasnamakan ‘Panitia Pembangunan Kota Bandung’ dan bukan ‘Sunda Empire’.

Ketika itu, kelompok tersebut tidak menyebutkan jumlah kursi peserta yang datang, namun mereka menyewa 500 kursi. Selain pada tahun 2017 silam, kegiatan Sunda Empire lainnya yang dilakukan di UPI tanpa izin mencuat tahun 2018.

 

loading...