Beranda POLITIK Trending Topic: Prabowo #MenhanSkillPresiden, Anies Baswedan #GubernurRasaPresiden

Trending Topic: Prabowo #MenhanSkillPresiden, Anies Baswedan #GubernurRasaPresiden

Prabowo & Anies Baswedan
Harapan besar para pendukung Prabowo untuk membenahi pertahanan Indonesia dari segala kelemahannya, seperti yang pernah dibeberkan Prabowo saat Debat Capres 2019 lawan Jokowi akan terwujud. Karena lima tahun ke depan, Prabowo akan memimpin Kementerian Pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu.

Setelah resmi menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo akan mengelola anggaran senilai Rp 127 triliun atau tepatnya Rp 127.357.597.806.000. Jumlah anggaran dana yang dikucurkan untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) paling besar di antara kementerian dan lembaga lain.

Misalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mendapat anggaran Rp 120,2 triliun. Di posisi ketiga setelah Kemenhan dan PUPR, ada Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mendapat Rp 90,3 triliun.

Posisi keempat dan kelima, masing-masing ditempati oleh Kementerian Agama Rp 65 triliun dan Kementerian Sosial Rp 62,7 triliun.

Dalam pemerintahan Jokowi, bidang pertahanan merupakan bidang yang selalu mendapat alokasi anggaran yang sangat besar. Pada buku APBN 2020, anggaran untuk Kementerian Pertahanan pada 2020, lebih besar dibandingkan 2019 yang hanya Rp 109,6 triliun alias meningkat sebesar Rp 15,6 persen.

Dari anggaran tersebut, sebanyak 41,6 persen dialokasikan untuk belanja pegawai, 32,9 persen untuk belanja barang, dan 25,4 persen untuk belanja modal.

Ada beberapa alasan kenapa anggaran untuk Kementerian Pertahanan meningkat.

Pertama, adanya kenaikan anggaran tunjangan kinerja yang ditetapkan pada akhir tahun 2018. Kedua, kenaikan anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista dengan kondisi kesiapan 70 persen.

Ketiga, pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) sebesar Rp 5,5 triliun, Terakhir, pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) sebesar Rp506,0 miliar.

Kementerian Pertahanan juga akan melanjutkan program dan kegiatan prioritas yang strategis dalam rangka mendukung terwujudnya pemenuhan Minimum Essential Force (MEF). MEF adalah kekuatan pokok minimun yang merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan (alusista) Indonesia.

BACA JUGA:  Ngabalin Berharap Agar Polri Tangkap Refly Harun

Bila dilihat lebih rinci, anggaran Kementerian Pertahanan pada 2020 akan diperuntukkan untuk pengadaan alutsista dengan alokasi anggaran sebesar Rp 14,5 triliun. Juga untuk pengembangan sarana dan prasarana matra darat sebesar Rp 1,2 triliun.

Rinciannya, untuk rumah prajurit TNI AD sebanyak 1.110 Unit; Pos Pamtas sebanyak 9 Pos; serta Lanjutan pembangunan Divisi 3 (Kostrad, Kodam dan Yon Komposit). Anggaran juga akan digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana matra laut sebesar Rp 2 triliun. Rinciannya untuk lanjutan pembangunan Sarpras Koarmada III dan Pasmar-3 Sorong.

Selain itu, dana itu akan digunakan untuk pemeliharaan/perawatan Alpung, KRI, Kal dan Ranpur/Rantis untuk 143 unit sebesar Rp 3,1 triliun. Lainnya untuk pemeliharaan/perawatan pesawat udara, senjata dan almatsus lainnya untuk 228 pesawat sebesar Rp 5,1 triliun.

Diketahui, Prabowo menerima sejumlah masukan terkait permasalahan di sektor pertahanan. Seluruh masukan itu nantinya akan menjadi bahan dalam Rapat Kabinet.

Sekjen Kementerian Pertahanan, Laksdya TNI Agus Setiadji seusai bertemu Prabowo mengatakan.  “Beliau sudah dapat masukan apa-apa yang terkait dengan permasalahan terkait pertahanan ketika nanti pada saat Rapat Kabinet cukup bekal untuk mendapatkan arahan,” ujar dia, dilansir dari Kompas.com.

Besarnya anggaran dan begitu strategisnya jabatan yang kini diemban Prabowo Subianto sehingga mencuatkan trending topic di Twitter berbunyi Prabowo #MenhanSkillPresiden .

Sebelumnya hal yang sama juga dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat genap 2 tahun ia bekerja di DKI Jakarta. Trending Twitter #GubernurRasaPresiden waktu itu ramai di Twitter.

Trending Topic: Prabowo #MenhanSkillPresiden, Anies Baswedan #GubernurRasaPresiden 1

Anies Baswedan di mata pendukungnya sukses bekerja, meski harus ditinggalkan wakil gubernur yang saat itu dijabat oleh Sandiaga Uno. Bukan tanpa alasan, saat itu Sandiaga Uno memilih maju untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019.

BACA JUGA:  Kota Padang Jadi Daerah Tertinggi Aktif Covid-19 di Indonesia

Secara resmi, Sandiaga Uno pun mengajukan surat pemunduran diri pada 27 Agustus 2018. Hal itu, sekaligus menunjukkan bahwa Anies Baswedan harus memimpin Jakarta tanpa adanya wakil gubernur. Hingga kini dua tahun berjalan Anies Baswedan membangun Jakarta tanpa ada sosok wakil gubernur.

Meski tanpa wakil gubernur, Anies Baswedan dianggap bisa membuktikan kinerja yang baik untuk membangun Jakarta setidaknya di mata pendukungnya.  Sejumlah kebijakan dan perbaikan wajah ibu kota diklaim telah dicapai oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Dalam dua tahun setidaknya terdapat 12 klaim kesuksesan yang Anies buat.

Antara lain seperti, peningkatan jumlah pengguna kendaraan umum, tingkat kemacetan yang menurun, revitalisasi ratusan trotoar, realisasi DP rumah 0 persen, aspal jalan kampung, penyediaan kapal cepat untuk warga pulau terluar Jakarta, membebaskan pajak bumi dan bangunan, dan lain-lain.

Berhasil memimpin dan banyak membuat perubahan Jakarta tanpa wakil gubernur, hari ini media sosial dihebohkan dengan cuitan mengenai sosok Anies Baswedan.

Berkat jiwa kepemimpinannya beberapa warganet memberikan pujian kepada pria 50 tahun itu. Sejumlah warganet menuliskan cuitan di Twitter dan menyebut Anies Baswedan sebagai ‘Gubernur Rasa Presiden.’

Tidak sekedar disebut ‘Gubernur Rasa Presiden’ dilansir dari Kompas.com pada Rabu 16 Oktober 2019 Anies juga pernah dijuluki sebagai ‘Gubernur Indonesia’. Hal itu disampaikan oleh Menteri dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Sebutan itu disampaikan Tjahjo Kumolo saat berpidato dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Mengetahui dirinya mendapat julukan yang cukup unik dan berkesan, Anies Baswedan pun memberikan tanggapan yang cukup bijak. Ia menyebutkan jika julukan tersebut bukanlah berasal dari pihaknya.

Anies juga menuturkan jika dirinya saat ini hanya fokus untuk kerja membangun Jakarta yang lebih baik. “Saya mengerjakan Jakarta dan terus mengerjakan Jakarta. Fokusnya di situ. Dari dulu juga saya sampaikan fokus di situ,” kata Anies Baswedan.

BACA JUGA:  Inilah Hasil Akhir Seleksi CPNS BNPB Tahun Anggaran 2019, Selengkapnya Baca Di Sini
loading...