HUKUM

Vina Dibunuh 2 Rekannya Gara-Gara Utang Rp 40 Juta, Inilah Kronologisnya.

Vina
Vina Aisyah Pratiwi tewas dibunuh 2 rekannya karena utang Rp 40 juta. Jasad gadis 20 tahun asal Sidoarjo itu ditemukan di jurang di wilayah Gajah Mungkur, Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/6/2020).

Pelaku yang menghabisi nyawa Vina adalah Mas’ud Andy Wiratama (23) warga Beringin, Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dan Rifat Rizatur Rizan (20) warga Jalan Trem Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Salah seorang pelaku, Mas’ud adalah teman dekat dan tetangga Vina sekaligus telah menjadi otak pembunuhan tersebut.

Pembunuhan itu disebabkan karena Vina meminjam uang secara bertahap kepada Mas’ud sejak Januari 2020 lalu. Total jumlah uang yang dipinjam Vina  sebesar Rp 40 juta.

Uang pinjaman itu digunakan Vina untuk biaya renovasi rumah orangtuanya di Kediri. Sebagian uang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Ketika awal peminjaman Vina berjanji segera mengembalikan uang tersebut pada Mas’ud. Namun ternyata janji itu pun tak pernah terwujud. Utang tersebut tak kunjung dibayar dengan alasan ia belum memiliki uang.

Alasan Vina itu tidak bisa diterima Mas’ud. Ia pun sakit hati dan sempat mengancam akan membunuh Vina dan menjual barang-barang milik Vina jika utangnya tidak segera dibayar.

“Ya saya kesal karena dia (korban, Red) sudah janji akan melunasi utang tapi ternyata tidak dibayar,” ujar Mas’ud dikutip dari kompas.com.

Kata Mas’ud, jumlah utang korban kurang lebih Rp 40 juta sejak Januari 2020. Pelaku pun mengatakan bahwa ia butuh uangnya karena uang tersebut milik orang tuanya.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Vina kemudian berjanji akan membayar utang menunggu dari gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) serta pencairan dari kartu ketenagakerjaan.

Namun akhirnya Vina tak dapat membayar utang tersebut karena sudah tidak lagi bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Pasuruan,

Akibatnya, Mas’ud pun mengatur rencana untuk menagih utang pada Vina. Selasa (23/6/2020), ia membawa Vina ke Lawang dengan mengendarai mobil Daihatsu Ayla.

Sekitar pukul 17.00 WIB mereka berangkat ke Lawang. Ketika melintasi Jalan Tol Surabaya-malang, Mas’ud menagih utangnya. Namun Vina mengaku belum bisa membayar utangnya. Mendengar itu, Mas’ud naik pitam. Ia dan Rifat rekannya pun menganiaya Vina di dalam mobil.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Rifat yang duduk di belakang menutup kepala Vina dengan kaos warna hitam dan membekap mulut Vina dengan kain sarung. Rifat juga menjerat leher Vina dengan tali tambang.

“Tersangka memakai tali tambang plastik warna hijau panjang satu meter untuk menjerat leher korban,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Di saat bersamaan, tersangka Mas’ud mengambil tongkat sekuriti sepanjang 40 sentimeter di bawah kemudi. Tongkat besi itu pun dipukulkan hingga enam kali ke kepala Vina. Gadis 20 tahun itu tewas di dalam mobil.

Melihat Vina sudah tewas, Rfat memindahkan mayat gadis Sidoarjo itu dari kursi depan ke kursi penumpang bagian belakang. Dua tersangka itu pun menarik tuas kursi penumpang ke arah belakang dalam kondisi sejajar sehingga mayat Vina mudah dpindahkan.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Saat dipindahkan, darah korban menempel di jok bangku dan holder tempat minum yang berada di pintu mobil sebelah kiri.

Setelah itu, mayat Vina ditutup dengan sarung agar tidak terlihat dari kaca mobil. “Tersangka Rifat pindah duduk di kursi penumpang depan dalam kondisi mobil masih melaju di jalan menuju pintu Exit tol Singosari Malang,” ungkap Dony Alexander.

Dua tersangka kemudian mengendarai mobil ke arah Kota Batu melewati Cangar-Pacet Mojokerto. Mereka kemudian berinisiatif untuk membuang mayat Vina di jurang Gajah Mungkur, Pacet Selatan.

“Kedua tersangka bersama melakukan pembunuhan dan membuang jasad korban di jurang Pacet,” kata dia.

Mayat Vina ditemukan pertama kali oleh seorang pemuda asal Kecamatan Jetis, Mojokerto. Rabu itu, dia sedang berwisata di dekat lokasi kejadian dan beristirahat di sisi kanan jalan tikungan Gajah Mungkur yang menjadi jalur alternatof Pacet-Cangar.

BACA JUGA:  Walikota Seoul, Korea Selatan Menghilang Secara Misterius

Saat berswafoto, pria tersebut kaget saat melihat ada mayat perempuan di dasar jurang.

Di lokasi kejadian ditemukan jilbab warna kuning, sarung warna biru, dan masker berlumuran darah. Selain itu ada tali plastik warna hijau yang jaraknya sekitar satu meter dari mayat.

Awalnya polisi menduga korban adalah warga Kediri merujuk dari alamat orangtuanya. Ternyata orangtuanya telah bercerai dan menetap di Kediri dan Gresik. Sementara Vina hidup bersama kakaknya di Pasuruan setelah orangtuanya bercerai.

Di usia yang masih muda, Vina sudah menghidupi sendiri kebutuhannya dengan bekerja sebagai buruh pabrik di Pasuruan. Namun terpaksa berhenti bekerja saat masa pandemi Covid-19.

Vina kemudian tinggal Jalan Beringin Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Hingga akhirnya ia tewas di tangan dua rekannya gara-gara utang Rp 40 juta yang tak terbayar.

loading...