Beranda HUKUM Vitalia Sesha Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Vitalia Sesha Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

Vitalia Sesha
Model Vitalia Sesha yang sebelumnya dinyatakan terbukti mengonsumsi narkoba dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda sebesar Rp50 juta oleh Majelis Hakim pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (15/10).

“Vonisnya 1 tahun 8 bulan, dendanya 50 juta dan subsidernya 1 atau 2 bulan ya, nanti saya cek lagi,” kata Kabid Humas Pengadilan Negeri Jakarta Barat Eko Aryanto, Kamis (15/10).

Vitalia Sesha

BACA JUGA:  Gus Nur Akui Cuma Tamat SD dan Belajar Agama Secara Otodidak

Vonis kepada Vitalia Sesha ini jauh lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut hukuman selama 2 tahun 5 bulan kurungan penjara.

Namun, terkait putusan itu, pihak Vitalia dan JPU tampaknya tidak akan mengajukan banding sehingga vonis tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.

BACA JUGA:  Sejumlah Pengendara Motor Gede Keroyok 2 Anggota TNI di Bukittinggi

“Kayaknya nggak banding, ini sudah inkrah, ya mungkin putusan itu dua pertiga dari tuntutan. Jadi Jaksa tidak melakukan upaya hukum banding, mereka menerima,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Vitalia yang juga berprofesi sebagai Disc Jokey ini ditangkap setelah selesai melakukan transaksi narkotik dengan RH.

Vitalia Sesha

BACA JUGA:  Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Ternyata Dibunuh Kekasih Gelapnya

Saat proses penangkapan, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 10 butir pil narkotika jenis ekstasi, paket plastik klip kecil sabu dengan berat brutto 0,63 gram, 34 butir pil psikotropika jenis happy five dan satu set alat untuk mengkonsumsi sabu.

Penangkapan tersebut berawal dari aduan masyarakat setempat yang melaporkan VS dan AW sering melakukan tindak pidana narkotika.

BACA JUGA:  Habib Bahar Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan

Ini bukan kali pertama dia terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Tahun 2015, Vitalia ditangkap bersama enam orang rekannya di sebuah hotel di daerah Ancol, Jakarta Utara.

loading...