Beranda HUKUM Yasonna Laoly Diminta Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Karena Ada Konflik...

Yasonna Laoly Diminta Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Karena Ada Konflik Kepentingan

Politikus PDIP Yasonna Laoly diminta mundur sebagai pejabat negara. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, ia menilai telah terjadi conflict of interest atau konflik kepentingan pada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dalam kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI dari PDIP. Langkah yang tepat itu adalah Yasonna harus mundur dari jabatannya sebagai pejabat negara.

“Karena terjadi conflict of interest. Tidak akan ketemu titiknya, karena ada agenda hukum dan agenda mereka sebagai petugas partai,” ujar Pangi seperti dilansir oleh Alinea.id, Rabu (22/1/2020).

Maksud dari konflik kepentingan yang terjadi karena Yasonna merupakan kader PDIP, yang saat ini menduduki Ketua DPP PDIP. Sedangkan dalam kasus suap tersebut, terdapat kader partai yang juga terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka.

Pangi mengatakan, konflik kepentingan tersebut akan menghambat kinerja Yasonna sebagai pejabat negara. Dikhawatirkan hal ini juga akan mengganggu proses hukum kasus tersebut yang saat ini tengah bergulir di KPK. “Dia ini tidak mengerti lagi mana yang tugas penegak hukum, mana yang tugas partai. Makanya, sarannya adalah Yasonna mundur,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center ini.

Salah satu konflik kepentingan itu diduga juga terjadi terkait keberadaan Harun Masiku. Mantan caleg PDIP itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sedangkan dari catatan Ditjen Imigrasi, Harun tercatat bertolak ke luar negeri pada 6 Januari. Namun beredar kabar ia kembali ke Indonesia keesokan harinya.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Yasonna mengatakan Harun masih berada di luar negeri. Baru hari ini pihak Kemenkumham mengkonfirmasi bahwa Harun telah kembali ke Indonesia. Ada dugaan, keberadaan Harun memang sempat dilindungi agar tidak menyeret petinggi partai lainnya. Namun saat ini, Harun dikunci agar menjadi nama terakhir dari PDIP yang terjerat dalam kasus ini.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Dinyatakan Positif Covid-19

“Ini seperti akan membuka kotak saja, akan membuka semuanya. maka pilihannya adalah Harun Masiku. Saya melihatnya seperti disembunyikan,” ujar Pangi.

Hingga saat ini, Yasonna masih enggan menjawab keberadaan Harun Masiku. Pada saat ditanya wartawan di kantornya, Yasonna memilih langsung pergi meninggalkan kerumunan wartawan yang telah menunggunya, ketimbang memberikan penjelasan lebih lanjut ihwal tidak terdeteksinya kepulangan kader PDI Perjuangan itu dari Singapura.

Sementara, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ronny F Sompie mengatakan, pihaknya telah menerima informasi kepulangan Harun dari Singapura pada 8 Januari. “Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air pada 7 Januari 2020,” ujar Ronny.

Namun pada 16 Januari lalu, Yasonna mengaku belum menerima informasi tersebut. Dia menyebut Harun belum kembali dari luar negeri. “Pokoknya belum di Indonesia,” kata Yasonna usai menghadiri Deklarasi Resolusi Permasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1).

Alinea.id

loading...
Apa Tanggapan Anda Tentang Media Ini?