IKEA 2026 Bagikan Tips Menata Ruang Rumah yang Sering Terlupakan agar Lebih Fungsional

JAKARTA – IKEA Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat kembali fungsi ruang-ruang tersebut, melalui konsep The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City. Bukan sekadar membuatnya terlihat rapi, tetapi menata ruang berdasarkan aktivitas yang dilakukan agar kegiatan sehari-hari menjadi lebih praktis

Menurut IKEA, Tidak semua sudut rumah mendapatkan perhatian yang sama. Ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur biasanya menjadi area yang diprioritaskan ketika menata hunian. Padahal, ada sejumlah ruang yang digunakan hampir setiap hari, seperti area laundry, gudang, ruang penyimpanan, hingga area bawah tangga. Ruang yang terasa sempit atau berantakan belum tentu disebabkan oleh ukurannya. Bisa jadi, tata letak barang dan alur aktivitas di dalamnya belum sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

  1. Mulai dari Aktivitas, Bukan dari Barang

IKEA

Salah satu cara sederhana untuk menata ruang adalah dengan melihat terlebih dahulu aktivitas apa saja yang dilakukan di dalamnya.

Ruth Panjaitan, Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia, mengatakan bahwa kunjungan ke berbagai rumah menunjukkan setiap keluarga memiliki kebiasaan masing-masing dalam mengatur hunian.

“Dari kunjungan kami ke berbagai rumah, kami melihat bahwa masyarakat sebenarnya sudah punya cara sendiri untuk mengatur rumah. Namun, dari situ kami juga bisa melihat bagian-bagian yang masih terasa merepotkan, misalnya ketika seseorang harus bolak-balik mengambil barang, memindahkannya, atau mencari tempat untuk menyimpannya,” ujar Ruth.

IKEA

Karena itu, sebelum membeli tempat penyimpanan baru, penghuni rumah dapat mencoba mengamati aktivitas sehari-hari. Barang apa yang paling sering digunakan? Barang mana yang harus mudah dijangkau? Dan barang apa yang sebenarnya hanya digunakan sesekali?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu menentukan posisi penyimpanan yang lebih efektif.

  1. Buat Alur Laundry Lebih Praktis

IKEA

Area laundry menjadi salah satu contoh ruang yang sering luput dari perhatian. Padahal, aktivitas di area ini tidak hanya sebatas mencuci pakaian.

Mulai dari mengumpulkan pakaian kotor, memilah, mencuci, mengeringkan, melipat hingga menyimpannya kembali. Jika semua aktivitas tersebut tidak memiliki alur yang jelas, pakaian dan perlengkapan laundry dapat berpindah-pindah tempat dan membuat ruangan terasa semakin berantakan.

Karena itu, penataan area laundry dapat dimulai dengan mengelompokkan barang berdasarkan aktivitas.

Perlengkapan yang paling sering digunakan sebaiknya ditempatkan pada area yang mudah dijangkau. Sementara barang yang jarang digunakan dapat disimpan di bagian yang lebih tinggi atau area penyimpanan lainnya.

Dengan cara tersebut, penghuni rumah tidak perlu terus-menerus memindahkan barang setiap kali melakukan aktivitas laundry.

  1. Manfaatkan Ruang Vertikal

Ketika ruang lantai terbatas, salah satu solusi yang dapat dicoba adalah memanfaatkan area vertikal.

Dinding, bagian atas lemari, hingga ruang di bawah tangga dapat menjadi area penyimpanan tambahan. Cara ini dapat membantu mengurangi penggunaan lantai tanpa harus menambah ruangan baru.

  1. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, mengatakan bahwa cara berpikir mengenai penyimpanan juga dapat diubah.

“Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘ini mau ditaruh di mana?’. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan?” jelasnya.

Menurutnya, dari pertanyaan tersebut penghuni rumah dapat menentukan barang mana yang perlu berada dalam jangkauan dan mana yang bisa disimpan lebih jauh.

  1. Jangan Penuhi Semua Sudut Rumah

Memanfaatkan ruang secara maksimal bukan berarti setiap sudut harus dipenuhi dengan barang atau tempat penyimpanan.

Ruang untuk bergerak tetap penting, terutama pada area yang digunakan untuk aktivitas rutin. Penyimpanan yang terlalu padat justru dapat membuat penghuni kesulitan mengambil atau mengembalikan barang.

Karena itu, sebelum menambahkan rak atau lemari, coba perhatikan jalur pergerakan di dalam ruangan. Pastikan penyimpanan tidak menghalangi pintu, akses menuju peralatan, maupun area yang sering digunakan.

  1. Kelompokkan Barang Berdasarkan Fungsi

Trik lain yang dapat diterapkan adalah mengelompokkan barang berdasarkan fungsi atau frekuensi penggunaannya.

Misalnya, perlengkapan kebersihan dapat ditempatkan dalam satu area, perlengkapan laundry di area lain, sedangkan barang yang hanya digunakan sesekali dapat disimpan di bagian yang lebih sulit dijangkau.

Sistem seperti ini membuat penghuni lebih mudah mengetahui lokasi barang sekaligus mengurangi kebiasaan meletakkan barang secara sembarangan.

  1. Pilih Penyimpanan yang Fleksibel

Kebutuhan rumah dapat berubah seiring waktu. Jumlah barang bertambah, aktivitas keluarga berubah, atau sebuah ruangan memiliki fungsi baru.

Karena itu, sistem penyimpanan yang fleksibel dapat menjadi pilihan. IKEA menghadirkan berbagai solusi penyimpanan seperti BROR, IVAR, EKET, dan HYLLIS yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter ruang.

Namun, pemilihan tempat penyimpanan sebaiknya tetap dimulai dari kebutuhan, bukan semata-mata karena produk terlihat menarik.

  1. Lakukan Evaluasi Secara Berkala

Penataan rumah bukan pekerjaan yang harus selesai dalam satu hari. Setelah beberapa waktu digunakan, penghuni dapat kembali melihat apakah sistem penyimpanan yang dibuat benar-benar membantu.

Jika masih sering terjadi aktivitas bolak-balik, barang sulit ditemukan, atau area tertentu kembali berantakan, mungkin ada bagian dari tata ruang yang perlu diubah.

Pendekatan ini sejalan dengan cara IKEA memahami kehidupan di rumah melalui Home Visit IKEA dan wawasan dari Life at Home Report, yaitu melihat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari di rumah dan kebutuhan apa yang muncul dari aktivitas tersebut.

Pada akhirnya, ruang yang sering terlupakan sebenarnya memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Area laundry, gudang kecil, ruang bawah tangga, garasi, maupun sudut penyimpanan dapat dibuat lebih nyaman dan fungsional dengan memahami aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Alih-alih langsung menambah furnitur atau tempat penyimpanan, IKEA mengajak masyarakat memulai dari hal sederhana: memahami bagaimana ruang digunakan, barang apa yang dibutuhkan, serta bagaimana membuat setiap aktivitas mengalir dengan lebih mudah.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses