Jakarta, Indeks News – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku masih bimbang terkait rencana kenaikan tarif bus Transjakarta (TransJ). Menurutnya, kebijakan tersebut menuai reaksi publik yang terbelah antara kelompok yang setuju dan menolak.
“Tadi yang utama Rp3.500-nya, cuma gubernurnya lagi bimbang,” ujar Pramono dalam sambutannya di Gedung Transjakarta, Jakarta Timur, Senin (10/11/2025).
Pramono menjelaskan, sejak wacana kenaikan tarif Transjakarta mencuat, respons masyarakat benar-benar terpolarisasi di ruang publik, terutama di media sosial.
“Sejak wacana naik atau tidak, memang betul-betul di ruang publik terbelah. Saya selalu menerima masukan secara adil dan terbuka di medsos saya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji secara menyeluruh besaran tarif ideal agar tetap terjangkau masyarakat, namun juga mendukung kelangsungan operasional transportasi publik.
“Saya lagi betul-betul mempertimbangkan. Nanti pada saatnya saya putuskan yang terbaik untuk kita semua,” tambahnya.
Kenaikan tarif Transjakarta sebelumnya disebut sebagai bagian dari penyesuaian biaya operasional dan peningkatan layanan. Namun sebagian warga menilai kebijakan itu memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, kalangan pendukung menilai tarif TransJ sudah terlalu lama tidak disesuaikan, sehingga wajar jika perlu penyesuaian demi peningkatan kualitas transportasi publik di ibu kota.




