Pernyataan Kapolda Soal Ijazah Jokowi Meledak di Publik

Jakarta, Indeks News –  Pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri yang menyebut ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) asli dan sah, memicu gelombang respons publik. Peneliti media dan politik Buni Yani turut menanggapi pernyataan itu dengan nada satir.

“Bila polisi berhak menentukan keaslian ijazah, maka logikanya mulai sekarang kita harus legalisir ke polsek, bukan ke kampus lagi,” tulis Buni Yani dalam akun Facebook pribadinya, Sabtu (15/11).

Unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar warganet yang mempertanyakan kewenangan kepolisian dalam menentukan keaslian sebuah ijazah.

Salah satu warganet, Mardiwidodo, menilai pernyataan Kapolda Metro Jaya telah melewati batas. “Jika polisi mengatakan ijazah itu asli, artinya polisi sudah melampaui kewenangannya,” ujarnya.

Komentar bernada kritik juga muncul dari akun JD Danoevanjava. “Kalau kita legalisir ijazah ke kampus, tapi kalau capres legalisirnya ke Polres,” tulisnya.

Sementara itu, akun Mustafa Parabola mempertanyakan foto ijazah yang belakangan beredar. “Aku heran kenapa foto ijazahnya foto orang lain. Pantas Jokowi gemetaran, tidak berani menunjukkan ijazahnya,” tulisnya.

Kritik senada disampaikan Wayan Sujana, yang menilai polemik ijazah ini menunjukkan lemahnya tata kelola administrasi. “Sejak kapan polisi bisa menentukan asli dan palsunya suatu ijazah? Indonesia kapan bisa maju? Urus ijazah saja sampai gempar begini. Itu pekerjaan gampang, lihat ijazah, selesai urusan,” katanya.

Pernyataan Kapolda Metro Jaya ini menjadi sorotan luas karena menyangkut kewenangan institusi dalam menentukan keabsahan dokumen akademik. Publik kini menanti klarifikasi lanjutan serta proses hukum yang tengah berjalan terkait polemik ijazah Jokowi.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses