Update Longsor Cilacap Hari Keempat: 13 Tewas, 10 Korban Masih Dalam Pencarian

Indeks News – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, memasuki hari keempat dengan perkembangan signifikan.

Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban jiwa dan dua bagian tubuh (body part) yang diduga kuat milik korban lain yang masih tertimbun material longsor.

Kasubsi Operasi Basarnas Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa temuan terbaru ini berasal dari dua titik pencarian berbeda.

Total semua korban meninggal dunia sudah kita temukan. Evakuasi ada 13 korban dan 10 dalam pencarian. Yang ditemukan tadi di worksite A1 dan worksite A2. Jenis kelamin dua-duanya wanita.

“Untuk kemarin kita dengan pencarian dengan lima worksite, tetapi di worksite A3 sudah clear, seluruh korban sudah kita temukan, sehingga hari ini tersisa empat worksite yang kita cari,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Temuan dua jenazah dan dua body part ini menjadi titik terang di tengah medan pencarian yang sangat menantang.

Struktur tanah di lokasi longsor diketahui sangat labil, diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.

Kondisi tersebut membuat tim SAR gabungan harus bergerak ekstra hati-hati. Setiap langkah pencarian dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel, sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban dalam timbunan material longsor.

Selain itu, luasnya area terdampak dan ketebalan material tanah serta reruntuhan membuat proses pencarian harus dibagi dalam sejumlah sektor atau worksite, yang dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan dan kemungkinan keberadaan korban.

Data Resmi Korban Longsor: 46 Warga Terdampak

Hingga update terakhir, data resmi mencatat 46 warga terdampak dalam peristiwa longsor di Cilacap ini. Rinciannya: 23 orang selamat, 13 orang meninggal dunia, 10 orang masih dalam pencarian

Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi menjadi 13 orang. Proses identifikasi terhadap dua jenazah perempuan yang ditemukan di worksite A1 dan A2, serta dua bagian tubuh yang diduga milik korban lain, masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Dalam operasi sebelumnya, tim SAR membagi lokasi bencana menjadi lima worksite utama. Priyo menjelaskan, salah satu sektor yakni worksite A3 kini dinyatakan clear karena seluruh korban yang diperkirakan tertimbun di titik tersebut sudah berhasil ditemukan.

Dengan demikian, fokus pencarian pada hari keempat dialihkan ke empat worksite tersisa, yaitu A1, A2, dan dua sektor lain yang masih memiliki potensi keberadaan korban.

Upaya penyisiran terus diperkuat dengan mengoptimalkan alat berat, peralatan manual, serta anjing pelacak (jika dikerahkan), untuk memaksimalkan jangkauan pencarian di area material longsor yang tebal.

Unsur Gabungan: Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan Relawan

Operasi pencarian korban longsor Cilacap ini melibatkan personel dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Di lapangan, tampak sinergi antara:

Basarnas

TNI

Polri

BPBD setempat

Aparat pemerintah daerah

Relawan dan warga sekitar lokasi bencana

Mereka bekerja dalam pembagian tugas yang terkoordinasi, mulai dari pencarian di area longsor, evakuasi korban, pendirian posko, hingga penyaluran bantuan bagi warga yang selamat maupun terdampak.

Harapan Ditutupnya Operasi Setelah Seluruh Korban Ditemukan

Meski medan berat dan cuaca belum sepenuhnya mendukung, operasi SAR masih terus berlangsung secara intensif. Fokus utama pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat adalah memastikan seluruh korban yang masih hilang dapat ditemukan dan dievakuasi.

Keluarga korban dan warga sekitar masih menaruh harapan besar agar proses pencarian bisa segera menuntaskan daftar korban yang belum ditemukan. Penutupan operasi SAR baru dapat dilakukan setelah seluruh prosedur dan standar operasi terpenuhi, termasuk kepastian atas status 10 warga yang masih dalam pencarian.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses